ABG yang lugu bagian 2

Lanjut ke cerita ABG yang lugu bagian 2-Sepertinya ia sudah terangsang, tinggal sedikit aku bersuara untuk merayunya. Tapi tiba-tiba aku masih berpikir baik, tak mau membuat yang lebih lanjut terhadap Indri. Aku kemudian menjauh dari vaginanya. Aku berpikir tidak akan merebut keperawanannya, cukup dapat blowjob saja mungkin bagiku sudah cukup. "Indri masih penasaran dengan peler? Kalau diemut enak loh...", aku menawarkan penisku kepadanya. 

Indri yang sedikit terangsang kemudian kembali memegang penisku. Aku memegang tangannya, mengajarkan ia bagaimana cara mengocok penis. Indri mengikuti irama genggaman tanganku, lalu ku pegang kepalanya dan menuntunnya ke penisku. Indri tak mau membuka mulutnya, "Coba saja Dri, kayak lolipop loh", aku membujuknya. Akhirnya ia pun membuka mulutnya, langsung saja kusodorkan penisku ke dalam mulutnya. Indri belum paham betul bagaiman cara mengemut, tapi dengan bibirnya yang mungil, penisku mendapatkan sensasi yang begitu luar biasa, penisku hanya dikulum, sesekali aku mengajarkannya memajumundurkan kepalanya. 

Pen*sku hangat sekali, Indri yang belum pernah melakukan ini tentu saja sedikit baginya ini sedikit jijik, ia pun melepaskan emutannya, dan beralih menggunakan tangannya untuk mengocok penisku. "Indri sangat cantik... Tono pasti menyesal sekali memutusin Indri...", aku coba merayunya. Kemudian kamipun berpelukan hingga dada kami bersentuhan, hangat sekali, penisku pun masih tetap digenggam oleh Indri. Kemudian kulumat bibirnya yang seksi itu sambil berbisik, "Haruummmm...", Indri termakan rayuanku, ia terus mengocok penisku dengan tangannya. Hingga akhirnya aku mencapai ejakulasi, penisku menyemburkan sperma hangat yang berlepotan ke tangan Indri. "Loh, ini apa bang?", tanya Indri. "Ini namanya sperma... Kalau ini masuk ke vagina Indri maka Indri bisa hamil...", aku menjelaskan. "Oh, gitu ya bang...", 

Indri pun paham dan senang karna aku tidak memasukkan penisku ke vaginanya. Ia pun kemudian membersihkan tangannya dab juga penisku. Aku tidak mau cepat-cepat menyudahi adegan mandi ini, masih kupeluk dirinya lalu ku lumat buah dadanya. Kiri kanan bergantian, puting susu nya yang masih merah mudah terus ku gigit dan sedot, hingga akhirnya Indri buka mulut, "Nanti kesiangan bang...", bermaksud menyudahi pergulatan kecil kami. Akhirnya kami hanya saling mengusapkan sabun, aku sebenarnya ingin sekali mengentotnya, tapi aku mesti bersabar kelihatannya. 

Kuusap tubuh Indri dengan sabun cair, susunya terlihat mengkilat, setengah bulat, membuat penisku kembali mengeras. Indri pun mengusapkan sabun hingga ke penisku. Batang kemaluanku pun itu kembali dikocoknya dan aku masih meremas susunya yang penuh sabun. Lalu kami kembali berciuman bibir di bawah siraman shower, hingga sabun yang belepotan di tubuh kami, bersih oleh air shower. Kami pun menyelesaikan mandi kami, aku mengeringkan tubuh Indri dengan handuknya, kami saling bergantian. Kemudian aku memakai kembali pakaianku, dan Indri kembali ke kamarnya hanya mengenakan handuk. Sungguh pengalaman tambahan bagiku hari ini. 

Badanku segar sekali setelah mandi, pas merogoh kocekku, baru ku ingat aku membawa sebuah kondom Durex. Pikiranku kembali melayang-layang, akhirnya ku putuskan membuntuti Indri hingga ke kamarnya. Pintunya tak tertutup rapat, ketika aku coba mengintip, Indri sudah mulai melepaskan handuk nya. Dalam keadaan bugil, aku lihat dia membuka lemarinya untuk mencari pakaian. Penisku kembali ngaceng, ku ketok pintu, lalu saat Indri menoleh ke sini, aku lalu membuka pintunya lebih lebar.

Indri terlihat kaget karena aku memasuki kamarnya, "Dri, abang masih penasaran..", aku pun masuk dan mendekatinya. "Ada apa bang?", tanya Indri yang masih malu-malu kemudian menutupi dadanya dengan tangannya. "Wah, kamar Indri rapi banget... Indri pandai merawat kamar ya...", aku mulai dengan rayuan-rayuan kecil, "Kamar Indri harum kayak penghuninya...", tambahku. "Masa sih bang?", Indri tersenyum hingga pipinya merona. Lalu aku tarik tangannya dan memeluknya, "Abang suka sekali bau harumnya Indri...", lalu kuciumi lehernya. Indri tidak menolak, lalu aku pun menariknya untuk bertiduran di atas ranjangnya. 

Kukecup kening, pipi, leher hingga kulumat bibirnya, "Cantikkkk....", bisikku ditelinganya. Aku pun beralih menciumi susunya, kuremas-remas, kulumat, kugigit dan tarik hingga Indri merasa geli. Puas menciumi susunya aku turun ke perut hingga ke vaginanya, aku kembalikan sensasi nikmat seperti di kamar mandi tadi. Kumainkan klitorisnya dengan lidah dan bibirku. "Arghhh...", Indri mengerang keenakan. Aku tak memperdulikannnya hingga aku coba menyentuhnya dengan tanganku, ku coba masukkan satu jari. "Tidak!", Indri langsung mendorongku, padahal aku sudah memasukkan jari tengahku, benar-benar masih sempit sekali. Tidak apalah pikirku, pelan-pelan saja. 

Aku pun kemudian membuka resleting celanaku dan mengeluarkan penisku. Indri sudah tahu apa kemauanku, lalu ia segera menggenggam penisku dan dikocoknya, "Aku gak mau tar abang kebablasan...", kata Indri. "Gak kok Dri, abang juga ngerti kok dengan perasaan Indri...", aku masih coba membujuk sambil penisku dikocoknya. "Kalau cuma pakai tangan, gak bakal hamil lah... Kalau pun pakai penis, tapi tak semprot sperma di dalam, juga akan aman-aman saja...", meyakinkan Indri. "Masa bang? Indri sih tak mau sampai hamil...", katanya. Aku pun langsung ke topik yang aku inginkan, "Gini, Indri penasaran ga gimana rasanya?", "Dikit sih bang, tapi Indri takut...", "Asyik loh... Gini saja, biar aman, abang pakai kondom saja, gimana?", aku masih terus membujuknya. 

"Pasti aman bang?", Indri kurang yakin. "Pasti!" tegasku. Indri kemudian terdiam, ia menyelesaikan kocokan tangannya, namun beralih dengan mulutnya. Wah, Indri sudah mulai mengerti nih, mungkin Tono saja yang terlalu kasar memperlakukannya. Kubiarkan Indri menyepong penisku dulu, mungkin ia sambil berpikir. Tanganku kubiarkan sibuk meremas payudaranya yang mungil. Saat Indri merasa lelah dengan sepongannya, ia pun melepaskan penisku dari mulutnya. Ini saatnya aku memakai kondom, "Indri, abang janji kalau pun Indri kenapa-napa, abang pasti tetap jagain Indri...", aku pura-pura menguatkannya. 

Akhirnya perjuanganku berhasil. Indri luluh dengan bujuk rayuku. Aku kembali memainkan klitorisnya dan kemudian menusukkan jariku ke dalam vagina nya. "Oh...", desah Indri. Ku kocok vaginanya dengan satu jari, cukup lama, hingga Indri terangsang dan vaginanya dibasahi air liang vaginanya. Ini saatnya 'show time' bagiku. Penisku yang sudah terpasang kondom segera ku arahkan ke vagina Indri. Mula-mula Indri masih ragu, ia mencoba mendorongku, aku memeluk erat tubuhnya agar ia tidak melawan, kuciumi bibirnya agar ia lebih tenang. 

Perjuanganku akhirnya berhasil, penisku berhasil jeblos ke dalam vaginanya yang benar-benar sangat sempit. "Sakiitttt....", rintih Indri. "Nanti juga terbiasa, cantik...", bisikku ditelinganya. Pelan-pelan lalu ku pompa vaginanya dengan penisku. "Argh...", desahan Indri yang masih belum pernah vaginanya tersentuh siapapun. Aku tidak memperdulikan rintihannya, ku lumat bibirnya, ku remas susunya, dan ku genjot vaginanya. Oh nikmat sekali mengentot gadis ABG yang cantik begini. Ku belai rambutnya sambil berkata, "Dri, kamu benar-benar gadis terindah di dunia ini...", agar Indri lebih tenang bersetubuh denganku. 

Walaupun kesakitan karena lubang vaginanya diobok paksa, tapi Indri merasa sedikit nikmat, rintihannya pun berubah menjadi nada kenikmatan. "Oh... Oh... Lagiiii.....", desahnya yang membuat aku semakin bersemangat menggenjotnya. Indri masih polos, ia tidak tahu bagaimana caranya bersetubuh, mau tidak mau aku yang harus selalu di atas untuk menggenjotnya. Penisku kutarik keluar masuk di vaginanya yang masih rapat. Buah dadanya yang putih dengan puting merah muda sedari tadi tak luput dari ciumanku. 

Kalaupun Tono tidak mau, aku pun bersedia jadi pacar gadis ini, dan akan kuperlakukan dengan lembut. Lama berada di posisi atas membuatku sedikit kecapekan, akhirnya aku meminta Indri berganti posisi, awalnya dia bingung, setelah aku ajarkan, Indri mulai bisa bergaya WOT. Pinggulnya terus digoyang untuk mengocok penisku, sepertinya ia sangat menikmati percintaan ini. Aku sedikit bisa beristirahat, dengan baring-baring, aku hanya meremas-remas buah dadanya. "Bang, asyik bang...", desah Indri. "Benar-benar asyik...", sepertinya Indri sudah mencapai tahap klimaks, ia sepertinya mengejang-ngejang, peniskupun terasa dipenuhi air hangat yang terus bergejolak di dalam vaginanya. 

"Terus saja kalau enak Dri...", pintaku, karena aku belum juga mencapai ejakulasi. Aku sangat tenang karena menggunakan kondom. Kulihat ke arah penisku yang terus dinaik-turunkan dengan tubuh Indri, tepatnya dilubang vagina Indri, terlihat cairan putih dari vagina Indri bercampur cairan berwarna merah, artinya aku berhasil merenggut keperawanan Indri. Sukses besar bagiku, yes teriakku dalam hati, kali ini mendapatkan perawan secara gratis. Semakin semangat aku bercinta dengan Indri, "Cepetin Dri...", pintaku karena getaran kenikmatan sudah hampir mencapai ujung penisku. Jep, terasa sekali kalau aku sudah berejakulasi, penisku menyemprotkan sperma di dalam vagina Indri walaupun berlapis kondom tipis. 

Nikmat sekali bisa menyemprot dalam keadaan penis masih ter-'gigit' vagina. Indri pun kemudian merasa capek, sedari tadi ia sudah berejakulasi, akhirnya ia menarik vaginanya agar terlepas dari penisku. 'Blep' suara penisku terlepas dari cengkraman vaginanya, Indri lalu terbaring di sampingku. "Thanks ya Dri...", kataku. "Tapi aku takut bang...", jawabnya. Aku lalu melihat ke arahnya, kuciumi bibirnya agar ia tenang, lalu kupeluk erat tubuhnya. Sambil berpelukan, aku masih sempatkan menggombalinya, hingga ia merasa tenang. Sambil menunggu waktu aku masih menyempatkan diri meremas dan menyedot susunya. "Sudah siang bang...", kata Indri lalu melepaskan pelukannya. 

Kulihat ke jam dinding ternyata sudah pukul 11:00, dan Indri harus berangkat ke sekolah, karena ia masuk jam 12:00. Kami pun kemudian beres-beres, Indri mengenakan seragam SMUnya, dan aku juga harus segera meninggalkan rumahnya. Karena sekitar jam 12:00 adiknya pulang sekolah, dan kadang orang tuanya pun pulang istirahat siang. Kubersihkan semuanya agar tak tertinggal jejak. Kondom bekasku terpaksa kubungkus kembali dengan kertas dan ku masukkan ke saku celanaku. Tapi sprey ranjang Indri ada bekas noda darah, Indri sampai pucat melihatnya, ia pun segera menariknya ke mesin cuci untuk segera mencucinya. "Biar saja bang, soalnya Indri yang ngurus masalah cuci mencuci, mereka gak akan curiga kok, paling ya alasan sprey sudah lama tak dicuci saja.", kata Indri. Aku pun menjadi sedikit tenang mendengar Indri bisa mengatasinya. 

Aku pun berpamitan sebelum aku telat kabur dari sini. Sepanjang jalan aku masih memikirkan rasa nikmat ini, walau sedikit bersalah dengan Tono, namun sensasi ini tidak dapat kutolak, dan berencana besok harus mendapatkannya lagi. Sengaja aku tidak sms Indri hingga ia pulang sekolah, sekitar jam 20:00 tidak ada kabar darinya, aku mulai sms, 'Dri, lg npain?' tanyaku. Tapi sama sekali tak dibalas, membuatku sedikit khawatir, takut dia ternyata ketahuan orang tuanya. 

Sedari tadi aku mondar-mandir, sampai Tono pun bertanya, "Kenapa lu Man? Kayak cacing kepanasan aja...", ejek Tono. Aku hanya diam, lalu masuj ke kamarku. Kucoba telpon, namun juga tak diangkat. Hingga aku tertidur tanpa sadar. Terbangun di pagi hari kulihat jam sudah menunjukkan pukul 09:45. Wah, padahal aku berencana mengunjungi Indri lagi. Ku cek hp ku ternyata ada sms masuk sekitar pukul 06:00 tadi pagi, 'Sori bg, Indri smlm ketiduran, capek bgt sih' ternyata sms dari Indri. Ku urungkan niat ku ke rumahnya, karena sudah capek, mungkin lain kali lagi baru minta jatah lagi. Beberapa hari berlalu, hubungan kami hanya lewat sms, selalu aku ingin ke rumahnya tapi Indri melarang. 

Entah apa yang terjadi hingga aku mengetahui darinya, dari sms Indri minta maaf padaku, ia sebenarnya tidak mencintaiku, ia ingin aku nelupakan hubungan kami, dan ternyata percintaan kami hanya dikarenakan pelampiasannya diputus oleh Tono. 'Maaf bg, kemarin Indri sama bg Tono nyambung lagi' isi sms terakhirnya. Setelah itu sms aku tidak pernah dibalasnya, membuat aku sadar kalau aku tidak dibutuhkan lagi. Aku pun tidak berani menanyakan kepada Tono, takut ia curiga akan hubungan kami. Tapi gelagat Tono sudah agak berubah, ia sering keluar, mungkin mengunjungi Indri, ia pun tak pernah membawa Indri ke tempat usaha kami lagi. Semoga hubungan kalian langgeng ya bro, doaku dalam hati. Aku menjadi senang mendengar teman berbahagia, walaupun ada sedikit rasa kecewa. Inilah yang terbaik dan terindah.


Birahinya ABG yang lugu bagian 1

Aku semakin akrab dengan teman-temanku, apalagi dengan banyaknya pengalaman yang sudah kami lalui bersama. Baru beberapa minggu boss Herman telah berangkat ke Bali bersama Agnes dan anaknya Chelsea dua orang ABG yang lugu. Mereka melaksanakan acara kawin tamasya. Saya sangat tahu, Herman pasti sangat terpukul dengan masalahnya bersama Agnes, dan sebagai pria sejati, ia harus menikahi Agnes. 

"Man, gue percayakan tempat ini padamu, jaga baik-baik sama teman-teman", pesan Herman kepadaku sebelum ia berangkat. Padahal teman terbaiknya adalah Tono, tapi karena sifat Tono yang tidak begitu serius malah membuat Herman sedikit kurang percaya padanya. Hanya saja Herman tak mau menyinggungnya, paling cuma suruh kami bersama-sama menjalankan usaha pijat plus-plusnya. Seperti biasa, kami berjaga-jaga, ada beberapa yang sedang dilayani para gadis di sini, sedangkan beberapa teman lagi sedang sibuk dan tidak bisa bantu di sini. Hanya aku dan Tono saja yang berjaga di sini, cukup bete juga, soalnya kalau ada yang lain, biasanya kami sambil bermain play station. 

"Man, gue tinggal bentar ya...", kata Tono. "Kemana lu?", tanyaku. "Bentar saja kok, nanti lu juga tau...", tak mau menceritakan dengan jelas, Tono langsung berjalan pergi ke arah parkiran. Ia pun cabut dengan menggunakan motor Ninja RR bekas punya Herman yang dipinjamkan kepadaku. Sial, pikirku dalam hati, sendirian berjaga di sini, bikin tambah bete saja. Untung saja usaha kami masih belum terlalu ramai, jadi aku tidak perlu terlalu sibuk menyambut tamu. 

Tak lama ada pelanggan yang datang, seorang bapak-bapak yang sudah cukup berumur. "Maaf pak, yang lain sedang kerja...", kataku karena Fenny, Ayu, Widya dan Lisa sedang melayani pelanggan. "Itu, yang biasa pijitin saya... Saya lupa namanya...", kata bapak itu yang mengisi buku tamu dengan nama Sukoco. Baru ku ingat kalau nama ini sering memakai tante Yully. "Oh, maksudnya Yully?" jawabku. Tante Yully sebenarnya di sini hanya untuk membantu menyiapkan makanan bagi kami, tapi ketika kondisi ramai, tante Yully bantu turun tangan. Akupun menelpon ke lantai atas agar tante Yully turun dan menjemput konsumen. 

Kami memang masih kekurangan personil, sering saja kami kebingungan ketika ada yang mendadak datang dengan rombongan. Moga-moga saja sudah tak ada yang datang, bilapun ada ya moga-moga gadis di sini sudah selesai men-service pelanggan. Tak lama menunggu, terdengar suara ribut dari motor Ninja RR, ternyata Tono sudah kembali. "Tak lama kan, Man? Hahahaha..", Tono datang bersama seorang cewek yang masih sangat muda. "Wuih, siapa yang lu bawa Ton?", tanyaku. Tono pun menarik tangan cewek itu agar maju dan berkenalan denganku. "Kenalin Man, ini pacar gue...", kata Tono, lalu disambung cewek itu, "Indri, bang...", sambil menjulurkan tangan untuk bersalaman denganku. "Satorman...", balasku berjabat tangan, cewek ini masih ABG, cantik dan manis, rambutnya hitam panjang terurai. "Wah, cantik banget Ton? Kalian kayak langit dan bumi... Wkwkwkwkwk...", olokku. Tono terlihat kesal dengan olokkan ku, lalu menjawab, "Makanya saling melengkapi...", balasnya. 

Mereka pun kemudian pacaran di balik meja, waduh, tambah bete lah saya nih. Tak mau menjadi 'obat nyamuk' saya pun berjalan keluar mencari angin. Lalu ada seseorang masuk ke tempat kami, wah, ada langganan lagi. Biarin saja ah, biar Tono kena pusingnya pikirku. Tak lama kemudian aku malah melihat Indri berlari keluar sambil menangis. Aku penasaran apa yang terjadi dan aku coba mengejarnya, "Dri...!" teriakku, lalu Indri memelankan larinya. "Ada apa?..", tanyaku. Indri hanya menutup mukanya yang tengah mengucurkan air mata, "Hiks hiks hiks.. Tonoo ja... jaahaaatttt.....", katanya. "Apa yang dia lakukan?", tanyaku. Indri diam tak mau menjawab, lalu ku tenangkan dirinya, "Sudah... Sudah... Nanti kalau sudah tenang baru cerita ya...", sambil menepuk pundaknya. "Ayo biar gue antar pulang...", aku menawarkan bantuan. "Gak... Biar Indri jalan kaki saja...", jawabnya. "Oke, hati-hati ya, kalau perlu bantuan, hubungi gue aja...", sambil memberikannya nomor hp. "Thanks ya bang...", jawabnya kemudian berjalan menjauh mencoba untuk menegarkan diri. 

Aku pun kembali ke usaha kami, kulihat Tono masih di depan meja berbincang dengan langganan tadi. Karena ada langganan, aku pun menunda niatku untuk bertanya. Lalu langganan yang berwajah brewokan itu pun kemudian duduk di kursi tunggu, sepertinya dia mau menunggu ada gadis yang selesai melayani pelanggan lain. Lalu ku tarik Tono menjauh dari langganan itu, ku bertanya dengan berbisik, "Ton, kok Indri nangis?". Tono lalu tersenyum, "Aku suruh dia bantu sebentar jadi pekerja di sini...", berkata tanpa beban. "Apa? Lu suruh dia layani bapak itu?!", tanyaku meyakinkan. "Mau gimana lagi Man?", "Loh, Indri itu pacar kamu Ton, teganya dirimu...", jawabku sedikit kesal dengan jawaban Tono. 

"Biarin saja, gue juga ga suka cewek baik-baik...", jawab Tono kemudian kembali ke meja. Itulah sifat Tono, bukan hanya mau mencicipi pacarnya tetapi juga mau menjualnya. Karena kesal, aku pun naik ke lantai tiga untuk tiduran, "Gue ngantuk Ton..." kata ku ke Tono. "Oke, biar gue jaga aja, tar Andi mau nyusul ke sini...", katanya. Sambil berbaring-baring di kamarku kemudian hp ku berbunyi, nada sms yang membuat aku membuka hp penasaran siapa yang mencariku. Nomornya tak saya simpan, tapi coba saya lihat isinya, 'Bg, nih Indri... Indri dah pts ma bg tono... T.T' isi sms itu membuatku terkejut. 

Ternyata Indri me-sms-ku untuk sedikit curhat. Aku pun menanggapinya agar ia bisa meluapkan perasaannya. Sms cukup lama hingga aku terasa ngantuk, Indri sangat kecewa dengan Tono, tapi Tono memutuskannya hanya karena Indri tidak mau memenuhi kemauannya. Karena tak mampu menahan kantuk, akupun meminta Indri menyambung besok, walaupun aku tahu Indri masih belum bisa menerima keadaan ini. Besoknya Indri masih sms aku, ternyata benar, Indri semalam tidak tidur, ia masih tidak bisa melupakan Tono. Untuk menenangkannya, aku pun ke rumahnya untuk bertemu. Indri ternyata sendirian di rumah, ayah dan ibunya sedang bekerja, Indri sendiri sekolah SMU masuk siang, dan adik laki-lakinya masuk pagi. Hari ini Indri banyak curhat, aku mencoba menenangkannya agar ia tabah. Hingga jam sebelas Indri sudah harus siap-siap pergi ke sekolah, aku pun pamit pulang. "Ton, lu uda putus dengan Indri?", tanyaku ketika bertemu Tono di tempat usaha kami. "Iya...", jawabnya, "Lu mau Man? Ambil aja... Hahaha...", balasnya sambil tertawa. 

"Ckckckck, gadis cantik gitu elu sia-sia kan, masih muda dan baik...", kataku. "Tak apa-apa Man, gue belum terpikir untuk hubungan lebih lanjut, gue masih pengen senang-senang...", jawabnya. Pulang dari sekolah, Indri masih sms denganku, ia menanyakan kondisi Tono, aku pun menjawab yang aku tahu. Indri sepertinya masih memikirkan Tono. Kami pun kembali ber-sms-an hingga larut malam. Besoknya aku kembali ke rumah Indri, tepat jam 08:00 di mana rumahnya sudah kosong hanya tinggal Indri seorang, karena aku tidak mau ketahuan orang tua Indri akan kedatanganku, apalagi statusku yang bekerja di usaha pijat plus-plus itu. Indri menyiapkan kopi untukku, matanya masih merah akibat menangis tadi malam, Indri benar-benar terpukul, rambutnya acakan karena baru bangun, "Abang tunggu dulu ya, Indri belum mandi...", katanya. "Ah, gak pa pa kom In, gak mandi saja Indri sudah harum, apalagi mandi...", kataku. Indri lalu tersenyum, ia menunda mandinya lalu duduk bersamaku.

"Bang, thanks ya sudah hibur Indri...", katanya. Aku sebenarnya kasihan dengannya, mendengar ia belum pernah pacaran, ini merupakan pertama kali ia putus. "Ya sudah, Indri lupakan saja... Masih banyak kok cowok-cowok lain yang lebih pantas buat Indri...", jawabku sambil membelai rambutnya. Aku juga coba menghapus air matanya dengan tissue yang ada di kotak di atas meja. Lalu kuciumi keningnya agar ia lebih tenang, hmmm, masih bau baru bangun tidur. Indri terlihat sudah semakin tenang. Lalu ku arahkan ciumanku ke pipinya, Indri tidak menolak, hingga beradu dibibirnya. Gadis yang masih duduk di bangku SMU kelas dua ini terlihat sangat polos, wajah cantiknya membuatku sedikit terangsang, hingga terbesit niat jahat yang sebelumnya tidak pernah kupikirkan. 

Argh, jangan, pikirku, Indri adalah pacar Tono, temanku. Lagian Indri juga menganggapku sudah seperti abangnya sendiri. Kalau aku berbuat yang tidak-tidak, sama saja sifatku dengan Tono. "Indri mandi aja, tar sakit loh...", aku memintanya. "Sebenarnya Indri takut sendirian di rumah, makanya minta abang ke sini... Dulu adik Indri juga masuk siang, jadi Indri masih ada yang temani...", "Ya uda, abang gak kemana kok...", sungguh polos ABG satu ini. Indri pun kemudian masuk ke kamarnya, ketika keluar ia hanya mengenakan handuk, "Bang, boleh jaga depan pintu kamar mandi ga?", tanya Indri. "Iya deh...", aku mengiyakan agar Indri tidak takut. 

Indri pun masuk ke kamar mandi, sedangkan aku hanya diam menunggu di depan pintu kamar mandi. Sejenak masih terbesit niat busukku, tak mampu menahan otong yang mengeras karena membayangkan Indri sedang mandi, lalu aku pun mengetuk pintu kamar mandinya. "Ada apa bang?", tanya Indri sedikt membuka pintu, tapi tubuh dibalik pintu membuatku penasaran ingin melihatnya. "Sebenarnya abang juga belum mandi", aku coba membuka lebih lebar pintunya, Indri hanya diam hingga aku masuk ke dalam kamar mandi. 

Wow, indahnya tubuh Indri yang sudah basah. "Sini, biar Indri mandiin...", kata Indri. Tubuhnya sangat seksi, walaupun susunya baru tumbuh sehingga tidak terlalu besar, tapi wajah ayu nya membuat aku memberi nilai 80+ untuknya, bulu vaginanya pun masih jarang-jarang. "Tapi jangan macam-macam ya bang...", lanjutnya. Tak sabar dimandiin Indri, aku segera membuka pakaianku hingga bugil. "Ih, Indri ga pernah liat beginian, yang namanya peler kayak begini ya bang?", tanya Indri. Aku kemudian menarik tangannya untuk menyentuh penisku, "Pegang saja Dri biar tau...", kataku. Indri agak ragu memegang penisku, dengan seksama ia melihat jelas penisku, dibaliknya untuk menjawab rasa penasarannya, lalu juga melihat buah jakarku. Beberapa menit ku biarkan Indri meneliti bagian kemaluanku, hingga aku juga sedikit berdusta, "Sebenarnya abang juga belum pernah lihat tubuh perempuan...", kataku. "Yang benar aja bang? Sekarangkan sudah lihat...", Indri lalu berdiri tegak membiarkan aku melihat tubuhnya. 

Aku memandanginya sambil bermandikan air shower. Aku perlahan mendekatkan wajahku ke payudara nya, berpura-pura lugu, "Ini ya susu perempuan, menonjol ya, ga kayak punya abang", lalu aku menjamahnya. Beberapa menit menjamah susunya, lalu kusedot putingnya, "Kok gak berair Dri?", aku masih pura-pura lugu. "Kalau dulu belajar biologi, katanya mau punya anak baru bisa punya air susu", jawab Indri yang benar-benar polos. Masih sambil meremas dan mengenyot susunya, aku pun mencoba ke langkah berikutnya, "Emangnya buat anak gimana Dri?", "Ah, jangan bang... Indri gak mau...", jawab Indri yang sedikit sudah tahu maksudku, ia mendorong aku sedikit menjauh. "Abangkan cuma tanya...", jawabku. Agar dia tidak curiga, aku masih pura-pura lugu, "Nih biar abang pakaikan sabun...", Indri mengambilkan botol sabun cair.

"Tunggu, abang masih penasaran bentuk memek itu kayak bagaimana...", sambungku. Indri pun sedikit melebarkan kakinya, aku berjongkok untuk melihat jelas vaginanya. "Hmm, kayak begini ya?", masih berpura-pura lugu. Aku coba menyentuhnya dan membuka dindingnya, wow, masih merah muda. "Jangan diapa-apain ya bang...", kata Indri tak mau aku memasukkan jariku. "Gak lah Dri, masa depan Indri lebih penting...", balasku. Berpura-pura masih penasaran, aku semakin mendekatkan wajahku ke vaginanya, semakin dekat hingga kuciumi sekitar vaginanya. 

"Boleh abang cium Dri?", Indri mungkin tidak mengerti, aku memintanya duduk di lantai dan membuka pahanya, segera kuciumi itu vagina yang benar-benar sempit tak pernah terjamah. Kumainkan lidahku di lubang vaginanya, terus terus dan terus, hingga beralih ke klitorisnya yang membuat Indri sedikit kegelian. "Geli bang...", Indri lalu menjambak rambutku. Biarin saja, aku mau membuatnya sedikit terangsang agar ia mau menyerahkan keperawanannya bagiku. "Ah...", desah Indri yang tak pernah merasakan sensasi ini. Kumainkan klitorisnya dengan bibir dan lidahku, hingga ia menggelinjang. 



Gairah villa merenggut mahkotaku

gairah villa
villa gbr:flickr
Namaku Marie, usiaku 26 tahun dan bekerja di salah satu bank swasta di Bekasi. Ketika bencana itu terjadi, usiaku baru 24 tahun. Saat itu aku sedang menghabiskan weekend di sebuah villa di kawasan Puncak. Aku memang hanya sendiri. Tiada tujuan lain selain menghilangkan kepenatan di segarnya udara Puncak tanpa gangguan siapa pun. Tragisnya kesendirianku itu justru menghilangkan satu-satunya harta yang paling berharga bagiku, kegadisanku.

Ceritanya sore itu aku berendam di air hangat. Kira-kira jarum jam menunjukkan pukul tujuh lima belas menit petang hari. Udara dingin Puncak yang sejak tadi siang diguyur gerimis membuatku enggan bangun dari bathub. Kubersihkan tubuhku dengan sabun cair sampai pada kemaluanku yang masih bisa kubanggakan karena aku belum sekalipun melakukan hubungan badan. Karena air bath tub sudah agak dingin kuputuskan untuk mengakhiri acara mandiku.

Aku berdiri di depan cermin kamar mandi sambil menghanduki rambutku yang basah. Kupandangi tubuh telanjangku di cermin besar yang dapat memuat bayangan tubuhku secara penuh itu. aku tersenyum sendiri memandang wajah indoku yang bersih dari jerawat. Omaku memang asli Belanda. Lalu aku alihkan pandanganku pada dua buah payudaraku yang bulat dan gempal. Ukurannya 36, dengan tinggi badan yang 173 cm dan berat 54 kg. Aku usap-usap kedua payudaraku yang tegang kedinginan. Pandanganku kemudian beralih pada satu-satunya bagian terpeka, kemaluanku yang ditumbuhi bulu-bulu yang tak lebat. Jelas telihat bagian gemuk itu terbelah di tengahnya. Ah.. inilah hartaku yang termahal, pikirku sambil membelainya.

Tiba-tiba seseorang membuka pintu dari depan. Aku tersentak kaget karena seharusnya tak ada orang lain di villa ini. Seorang pemuda berbadan tegap segera menerobos masuk. Lalu ia segera menyeretku keluar kamar mandi. Aku berusaha berontak tapi tenagaku tak cukup untuk melawan tenaga pria itu.

“Hallo Nona manis, boleh kami mampir sebentar?”, sapa pemuda lain yang telah menunggu di kamar tidur.
“S.. siapa kalian? Pergi! Pergi dari sini!”, rontaku.
Pemuda yang menyeretku tadi telah memasung kedua tanganku di kedua tiang penyangga atap. Posisiku terpasung tapi kakiku masih bebas tak terikat.
“Tenang, Nona manis. Namaku adalah Leo”, kata pemuda yang mengikatku.
Wajahnya bersih dan tampan, nampak seperti anak orang kaya.
“Dan aku Syam. Kami hanya mampir untuk bersenang-senang Nona”, lanjut pemuda jangkung yang tadi menyeretku.
Tubuhnya lebih kurus daripada Leo tapi wajahnya juga sedap dipandang, walaupun terkesan agak beringas.
“Ma.. mau apa kalian? Tidak sopan!”, bentakku.
“Ha.. galak juga, Leo. Heh perawan! Siapa namamu?”, bentak Syam mencengkeram rahangku hingga terasa sakit.
“Sabar Syam, tanya baik-baik. Nona manis, siapa nama dari tubuh aduhai ini?”, kata Leo mengelus-elus pinggangku.
Syam melepaskan cengkeramannya. Rahangku terasa sangat ngilu.
“M.. Marie. Tolong kalian segera keluar dari villa ini, aku mohon”, rengekku.
“Enak saja! Kami sudah masuk, mana mungkin keluar tanpa membawa hasil”, jawab Syam yang lebih cepat marah.
Leo menepuk bahu Syam. Syam mundur beberapa langkah.
“Marie.. kami mampir khusus untuk menikmati kecantikanmu. Lihatlah, kau memiliki tubuh yang sangat sensual. Juga wajah yang cantik, sayang kalau tidak dinikmati. Syam! Lihatlah bibir nona Marie ini, bukankah sangat sexy?”, kata si Leo sambil segera menyerang bibirku.

Syam hanya tersenyum membiarkan Leo memagut bibirku dengan rakus. Tercium bau alkohol dari mulutnya. Aku ingin meronta tapi mulutku telah dijejali dengan lidah Leo. Kakiku menendang-nendang tapi tenaga Leo lebih kuat. Tangan kanannya mencengkeram leherku mencegahku menghindar dari pagutannya. Sedang telapak tangan kirinya digosok-gosokkan ke permukaan kemaluanku dengan kasar. Lidahnya terus menjilat-jilat menghisap-hisap lidahku dengan rakusnya. Darahku serasa naik antara rasa sakit dan nikmat. Tapi aku masih waras, kutekuk kakiku sehingga mengenai kejantanannya yang mulai tegang. Leo mengaduh kesakitan. Ia nampak misuh-misuh dan ingin memukulku tapi Syam mencegahnya. Leo menunduk sambil memegangi kejantanannya. Syam mendekatiku sambil membuka kaos yang pakainya. Nampak dada bidangnya yang ditumbuhi bulu-bulu halus.

“Sabarlah sayang, akan terasa indah bila kau mau menikmatinya”, kata Syam.
Lalu lelaki jangkung itu mencium bibirku dengan lembut menggigit bibir bawahku perlahan-lahan lalu menyodokkan lidahnya menyusuri benda-benda yang bisa dijangkaunya. Ternyata Syam tidak sekasar yang kukira. Kelembutannya mencumbu bibirku membuatku bagai diperlakukan seperti seorang kekasih. Darahku mendesir-desir. Lidahku pun menyambut lidah Syam yang meminta-minta. Tangan Syam menggerayangi punggungku dan terus turun ke bawah lalu berlabuh di bokongku. Diremas-remasnya mengikuti desah nafas Syam yang sudah mulai naik turun. Jemari tangan itu mengitari bokongku. Jemarinya bermain di bibir vaginaku dengan lembut. Jiwaku rasanya mau terbang. Aku mengharapkan sentuhan itu lebih lama. Tapi tidak, Syam segera mengalihkan jemarinya kembali ke bokongku. Tanpa kusadari Syam menyuntikkan sesuatu, aku tak tahu itu apa. Hanya belum sampai hitungan kesepuluh kepalaku terasa berat. Mataku berkunang-kunang.

Terdengar tawa kedua pemuda itu sayup-sayup. Rupaya mereka telah menyuntikkan semacam obat perangsang ke dalam tubuhku. Tubuhku terasa kejang. Darahku naik ke ubun-ubun. Hawa dingin terasa menjadi panas. Aku menggeliat-geliat menahan birahiku yang melaju tanpa rem. Bibirku mendehem-dehem. Kemaluanku terasa hangat, payudaraku nampak bengkak dengan sendirinya. Gelora birahiku melonjak-lonjak. Seperti ada kekuatan yang mendorongku untuk segera bercinta dengan mereka, ingin agar mereka segera menggerayangiku, mencumbuku, ohh.. Bajingan! Mereka hanya tertawa-tawa melihatku bersimbah keringat, berkelojotan menahan birahiku. Apa mereka tak tahu aku ingin segera mereka sentuh..
“Syamm.. Leo.. kenapa kalian hanya diam saja.. kemarilah.. aku.. ingin..”
Tawa mereka semakin lebar.
“Syam, tadi dia menolak sekarang?! Ha..ha..”
“Ayo Leo, bidadari kita ini sudah tak sabar rupanya”

Samar-samar kulihat keduanya membuka semua pakaian yang melekat di tubuh masing-masing. Nampak penis-penis yang besar menegang menantang. Kemudian keduanya mengundi siapa dulu yang menggarapku. Ternyata Syam. Ia mendekatiku dan kembali mencumbu bibirku, tubuhnya menempel erat di tubuhku. Sehingga dadanya yang bidang menempel dengan kedua payudaraku yang telah menegang. Tangannya meremas-remas bokongku yang montok lalu membelai-belai selakangku yang telah tersendal-sendal oleh penisnya yang mengacung-acung. Ohh.. bagai terbang ke awan. Kemudian iapun menurun dan mendapati kedua payudaraku. Matanya berbinar-binar. Diciuminya dadaku hingga terasa hangat nafasnya lalu dimasukkannya nipples-ku ke dalam mulutnya. Aku mendesah-desah ketika nipples-ku dijilat-jilat lalu dihisap kuat-kuat oleh lidah lincahnya.
“Oah.. auh.. Syamm..”

Leo yamg mulai tak sabar segera melepaskan kedua ikatan tanganku. Lalu ia ikut bergabung dengan melumat bibirku dari arah samping. Tanganku menjambak-jambak rambut Syam sambil meladeni Leo. Kini gerakannya lebih lembut walau tak selembut Syam. Sepuluh menit kemudian mereka melepaskan mulutnya dari tubuhku. Aku terkulai di lantai memandangi kedua payudaraku yang terasa sangat berat membengkak, nampak beberapa bekas gigitan Syam.

Samar-samar terlihat Leo berdiri diatas tubuhku. Ia mengacung-acungkan penisnya yang besar menegang dan memintaku untuk mengulumnya. Aku bangkit dari tidurku dan tak berapa lama penis berkulit kecoklatan itu telah masuk ke dalam mulutku. Leo mengelus-elus rambutku sambil terus menyodokkan penisnya ke dalam mulutku. Aku mengulumnya, lidahku menyapu semua bagian benda panjang itu. Leo mengocok-ngocoknya berirama hinga ujungnya menyemburkan cairan sperma.
“Syam! Aku keluar Syam! Keluar.., aarrghh..”, teriak Leo.

Aku ingin memuntahkannya tapi Leo mencegahnyanya dengan terus menyodokkan penisnya.
“Telan sayang, telan..”, terdengar suara Syam yang telah meremas-remas kemaluanku yang terasa lengket dari belakang.
Perlahan-lahan Syam menuntunku untuk menungging. Kakiku bertumpu pada lutut sedang tanganku berpegangan pada kedua paha Leo. Aku tak tahu apa yang diperbuat Syam. Yang kurasakan hanya nikmatnya penis Leo. Tak kuduga tiba-tiba terasa ada benda asing yang masuk ke dalam lubang vaginaku.
“Aaah..”, teriakku tertahan.

Gigiku menggigit penis Leo nenahan rasa nyeri di lubang kewanitaanku itu. Leo berjingkat-jingkat menahan rasa sakit sambil misuh-misuh. Tapi Syam bagai tak peduli terus berusaha menerobos tirai-tirai kewanitaanku. Hingga akhirnya jebol, darah mengucur sampai pada pahaku. Aku menangis tersendat-sendat tapi Syam semakin asyik memainkan penisnya di memekku. Memasukkannya beberapa senti lalu mengeluarkannya, belum sampai keluar sudah disodokkannya lagi. Sperma muncrat ke dalam lubang vaginaku. Dalam tangis jiwaku seakan melayang. Sejujurnya aku sangat menikmatinya saat itu. Terasa sangat indah ketika Syam menggoyang-goyangkan penisnya di dalam lubang vaginaku.

Sekitar pukul sepuluh malam. Keringatku mengucur deras. Aku telentang di lantai. Di sampingku nampak Syam yang juga terengah-engah. Tapi Leo ternyata belum puas. Dicumbunya kelaminku dengan lidahnya. Licah menyusuri dinding-dinding vaginaku menghisap-hisap klitorisku dengan gemas. Mataku berkejap-kejap menahan nikmat yang tercipta. Selakangku mengatup mencengkeram kepala Leo agar tak pergi dari kemaluanku. Sepuluh menit kemudian Leo memasukkan jari tengahnya dengan mudah ke dalam lubang memekku. Untuk kedua kalinya pertahananku jebol. Cairan kewanitaanku muncrat membasahi telunjuk Leo. Ditariknya jari tengah Leo yang bersarung di memekku. Tanpa rasa jijik dijilatnya jari tengah yang berlumuran cairan kewanitaanku itu dengan senyum kepuasan.

Terdengar suara orang ronda diluar melintas di depan villa. Maka dengan tergesa-gesa Syam dan Leo mengenakan pakaiannya lalu melompat dari jendela kamarku meninggalkanku dalam keadaan sangat lemah. Aku berusaha menjerit memanggil-manggil penjaga ronda keliling itu. Tapi suaraku bagai tersumbat. Belum sampai sepuluh hitungan pandanganku telah gelap gulita.


Istriku Yang Sexy Bangkitkan Gairah Birahi

Cerita ini bermula ketika aku (Nico) dan istriku (Vania) mengikuti perayaan pesta malam tahun baru di sebuah café yang berlokasi di hotel bintang lima di kawasan Senayan. Kami berdua sudah menikah selama kurang lebih 5 tahun dan saat ini kami sudah berumur hampir 32 tahun, meskipun sudah mulai menginjak umur 32 tahun tetapi istriku masih awet muda dan sexy mengingat dia rajin merawat diri ke sebuah klinik kecantikan yang cukup mahal dan juga mengikuti senam aerobik untuk menjaga kelenturan tubuhnya. Untuk mengisi waktu luang dan kejenuhan atas rutinitas harian kami, maka pada saat malam pergantian tahun kami memutuskan untuk mengikuti perayaan malam tahun baru yang meriah dan ramai. Dalam pesta itu istriku mengenakan rok mini berbahan kaos warna merah muda yang melekat di kulit sehingga menonjolkan bokongnya yang padat dan sexy

Entah kenapa malam itu istriku ingin tampil sexy sehingga untuk menutupi auratnya dia mengenakan celana dalam model g-string berwarna senada dengan warna rok mininya dan untuk atasannya dia mengenakan BH dengan model yang senada dengan celana dalam g-string nya sementara sebagai penutup di bagian atas dia mengenakan kaos tipis berwarna krem. Sebagai gambaran saja istriku mempunyai ukuran yang cukup ideal untuk seorang wanita walaupun tidak bisa dibilang sempurna. Tingginya 165cm dan ukuran dadanya 34 B serta ukuran celananya adalah size M. Warna kulitnya putih mulus dan sangat lembut serta halus mengingat dia suka sekali melakukan perawatan tubuh di klinik kecantikan. Kami tiba di café tersebut masih cukup pagi (jam 22.00) mengingat hari itu adalah acara perayaan pesta malam tahun baru dan kami langsung memesan makanan ringan dan segelas bir untuk menghangatkan badan dan menambah gairah semangat pesta. Semakin malam suasana café semakin ramai dan meriah dengan diiringi musik yang menghentak-hentak memacu semangat dan gairah.

Ketika jam sudah menunjukan pukul 23.00, MC dengan diiringi music yang lembut mulai berkelilingi ruangan dan mencari 3 orang wanita yang akan diajak bermain games yang menghebohkan sebagai acara penantian detik-detik pergantian tahun. Tanpa kuduga tiba-tiba MC yang sedang mencari-cari wanita untuk diajak bermain games itu menghampiri istriku yang berpenampilan cukup menggiurkan dan sexy. Untuk gambaran saja mengenai MC dimana dia berkulit gelap dan berbadan tegap serta kekar seperti layaknya orang dari Indonesia Timur, parasnya jauh dari ganteng, sekilas terlihat mirip dengan Direktur Avenger Mr. Fury, tidak seperti penyanyi KPop yang digandrungi para perempuan tetapi MC ini mempunyai kharisma yang kuat dan pandai merayu. MC itu terus merayu istriku untuk ikut dalam games tsb dan MC itu memberitahukan ke istriku bahwa hadiah bagi pemenangnya adalah sebuah kalung 10gr emas bertahtakan berlian. Mendengar hadiahnya yang bernilai itu membuat istriku tertarik untuk mengikuti games tersebut meskipun dia belum mengetahui apa sebenarnya games yang akan dimainkan, istriku melirikku untuk meminta persetujuan agar dia diperbolehkan mengikuti games itu. Tidak terbesit pikiran yang negative maka aku memberikan persetujuan kepadanya dan istriku sangat gembira dan dia langsung menciumku sebagai tanda terima kasih karena mengijinkannya ikut dalam games tsb. Sebelum maju ke panggung istriku masih menyempatkan diri untuk menenggak bir yang masih tersisa di gelas untuk lebih meningkatkan gairah dan semangat supaya dia dapat memenangi games tsb. Setelah itu istriku bergegas ke panggung dan berkumpul bersama dengan 2 orang wanita yang juga ingin mengikuti games.

Saat di panggung nampak mereka diberikan pengarahan yang cukup serius oleh MC dan ternyata istriku diminta untuk menandatangani sebuah surat pernyataan dan aku sebagai suami diminta untuk juga menandatangani surat tersebut sebagai tanda persetujuan. Karena menganggap remeh isi surat pernyataan itu maka kami tidak lagi membaca secara detail akan tetapi langsung membubuhkan tanda tangan di atas surat pernyataan itu sebagai tanda persetujuan dari kami. Tak lama kemudian istriku dan 2 orang wanita lainnya sudah berkumpul kembali di atas panggung dan setelah itu memberikan sedikit basa-basi lalu memberitahukan kepada para pengunjung bahwa games kali ini cukup meriah dan dapat menambah gairah di malam tahun baru, MC dengan gaya yang elegan dan misterius mengumumkan bahwa gamesnya adalah menari striptease dimana wanita yang paling berani atau banyak melepaskan pakaian yang dikenakan maka akan dinobatkan sebagai pemenang games dan berhak untuk mendapatkan kalung emas 10gr bertahtakan berlian. Aku kaget dan panik ketika mengetahui games yang akan dimainkan adalah striptease akan tetapi aku optimis dan yakin kalau istriku akan batal mengikuti games ini akan tetapi setelah selang beberapa waktu terlihat MC dan istriku berserta 2 orang wanita itu terlihat berdialog dengan serius sambil membolak-balik surat pernyataan yang sudah ditanda-tangani. Tidak berapa lama istriku kembali menghampiriku sambil membawa surat pernyataan tsb sambil menjelaskan kepadaku bahwa dia harus mengikuti games ini atau diharuskan membayar denda pembatalan sebesar Rp 25.000.000 dan tentu saja hal ini membuatku langsung panas dingin karena tidak mungkin kami membawa uang sebanyak itu. 

Akhirnya setelah berdiskusi dengan cukup tegang akhirnya istriku tetap ingin ikut games ini daripada dikenakan denda sebesar demikian. Istriku berjanji dia akan pura-pura saja mengikuti games ini tetapi dia tidak akan menanggalkan pakaiannya sama sekali sehingga dinyatakan kalah. Tak lama kemudian MC sudah meminta semua peserta games untuk kembali ke atas panggung karena games akan segera dimulai. Hal ini tentunya membuat para pria mulai berdesakan di bagian depan panggung sehingga dapat melihat dengan jelas para wanita yang menjadi perserta games ini. Sebelum games dimulai MC menjelaskan aturan main games ini dimana waktu menari hanya satu buah lagu saja yang berdurasi kurang lebih 5 menit dan wanita yang paling banyak menanggalkan pakaian adalah pemenang sedangkan yang paling sedikit akan dinyatakan kalah sedangkan bagi wanita yang tidak menanggalkan satu buah pakaian akan diberikan hukuman memblow job penis seorang pria. 

Selesai memberikan penjelasan mengenai aturan games maka para wanita diminta siap di tempat masing-masing . Saat ketiga wanita itu berdiri berjajar sebenarnya timbul rasa bangga dalam diriku karena dari ketiga wanita itu istrikulah yang paling cantik dan sexy serta terlihat mulus dan halus kulitnya. Setelah semua peserta sudah bersiap di tempat maka MC pun memulai memberikan hitungan mundur 5, 4, 3, 2, 1…… mulai….. dan lagu pun langsung bergema dengan keras untuk mengiringi ketiga wanita itu bergoyang dan menari. Awalnya mereka masih terlihat malu-malu dan sungkan bergoyang terlebih lagi menanggalkan pakaian, akan tetapi sang MC dengan cerdik dan pandai memanaskan persaingan ketiga wanita itu dengan memberikan pujian-pujian sehingga membuat salah satu wanita mulai berani bergoyang dan makin lama makin hot goyangan sehingga membuat istriku dan seorang wanita lagi juga mulai terbawa suasana dan emosi untuk menunjukan siapa wanita yang paling cantik, sexy dan menarik dimata para pria. Tidak terasa sebuah lagu hampir sehingga MC memutuskan menambah sebuah lagu lagi supaya memberikan waktu yang lebih kepada para wanita untuk lebih leluasa menonjolkan kemolekan dan kesexyan tubuh mereka. Melihat suasana yang sudah memanas maka MC memberikan komando kepada pada para pria yang berdiri di depan panggung untuk mulai memberikan semangat dan menyoraki para wanita untuk menanggalkan pakaian mereka.

“Buka ayo buka…… buka …. buka….. ayo buka!!” sambil bertepuk tangan terus para pria memberikan semangat dan menyoraki para wanita untuk menanggalkan pakaian mereka.
Entah karena terus-menerus diberikan semangat dan disoraki salah satu wanita mulai berani menanggalkan kemeja yang dikenakan sehingga terlihatlah dengan jelas BH putih yang menutupi payudara yang tidak lerlau besar dan BH itu melekat di tubuhnya yang kecoklatan. Sambil terus bergoyang dan menari dengan disemangati dan disoraki para pria terus menerus


“Buka ayo buka…. buka…. buka….. buka…. ayo buka!!“
Akhirnya wanita kedua juga mulai berani melepaskan kaosnya sehingga terlihat BH coklat menutupi payudara yang besar dan BH itu melekat di tubuhnya yang hitam…. Kemudian entah kerasukan apa istriku juga terlihat berusaha untuk melepaskan pakaiannya tetapi istriku cukup cerdik dan dia hanya melepaskan BH merah mudanya dahulu tanpa melepaskan kaos tipis warna krem yang melekat ditubuhnya. Melihat tindakan istriku itu maka membuat para pria bersemangat menyoraki istriku dan bertepuk tengan sambil terus berteriak “ayo buka…. buka…. buka ….. buka….. ayo buka…”, melihat itu kedua wanita merasa iri dan cemburu sehingga mereka pun dengan nekat melepaskan pengait BH mereka sehingga sekarang para pria dapat melihat jelas payudara kedua wanita itu dengan bebas…. Sambil terus menari kedua payudara wanita itu terlihat berguncang-guncang memanaskan suasana malam tahun baru dan istriku pun nampaknya tidak mau kalah dengan kedua wanita itu dan lagi-lagi istriku membuat kejutan dengan melepaskan celana dalam g-string nya sehingga secara kedudukan berimbang untuk semua wanita karena mereka masing-masing melepaskan 2 buah pakaian. MC mulai mengingatkan kepada para wanita bahwa lagu akan segera berakhir jadi diharapkan para wanita lebih berani lagi untuk menanggalkan pakaian sehingga dapat memenangkan games striptease ini. Melihat waktu yang sudah mulai menipis maka sang MC yang memang dari awal terlihat menginginkan istriku yang menjuarai games ini karena memang istrikulah yang paling cantik dan sexy maka MC pun mulai mengarahkan para pria untuk menyoraki dan memberikan semangat kepada istriku untuk melepaskan kaosnya sehingga dapat memenangkan games ini. 


MC pun mulai berteriak memanggil nama istriku dengan menggunakan mic sambil memberikan aba-aba kepada para pria untuk mengikuti sorakannya “ ayo Vani... ayo Vani…. buka…. buka …. buka kaosnya….buka kaosnya!” sorakan itu semakin menggema memenuhi ruangan pesta untuk menyemangati istriku untuk membuka kaosnya.

Para lelaki itu sebenarnya bukan menginginkan istriku yang menang, siapa pun yang menang bagi mereka adalah tidak penting tetapi dapat melihat para wanita itu telanjang adalah tujuan mereka sehingga dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi mereka. Karena merasa tersanjung atau apa aku tidak tahu tetapi akhirnya kulihat dengan jelas istriku melepaskan kaosnya sehingga membuat para pria itu semakin menggila dan bersorak sambil bertepuk tangan memberikan dukungan kepada istriku. Di lain sisi kedua wanita lainnya yang merasa terpinggirkan mulai menari seadanya dan tidak bersemangat lagi.

Tak lama kemudian lagu kedua pun berakhir dan istriku pun dinyatakan sebagai pemenang karena paling banyak menanggalkan pakaian. Setelah lagu berhenti terlihat istriku tersipu malu dan menutupi payudara yang berukuran 34B itu dengan kedua tangannya akan tetapi MC pun melarangnya dan terus merayu istriku untuk tidak menutupi payudaranya yang indah dan menantang itu. Sambil tersipu malu kulihat istriku akhirnya menurunkan tangannya sehingga tidak menutupi payudaranya lagi dan tentu saja kejadian ini membuat para pria yang berdiri di depan panggung sangat bersuka cita karena dapat melihat istriku yang sexy nyaris telanjang saat itu hanya mengenakan rok mini merah muda saja tanpa memakai apa-apa lagi di dalamnya. Sambil terus memuji dan memberikan selamat kepada istriku karena memenangi games striptease ini sang MC ternyata berniat menelanjangi istriku yang tinggal mengenakan rok mini merah muda itu, MC itu pun terus menunda pemberian hadiah kalung emas yang menjadi hak istriku tetapi malah merayu istriku untuk menanggalkan rok mini merah mudanya sebagai penutup terakhir tubuhnya sebagai hadiah untuk para pria yang memberikan semangat sehingga istriku menjadi pemenang games striptease ini. Sambil terus merayu MC mulai mengajak para pria yang sudah mulai bernafsu dan mempunyai pikiran nakal untuk kembali menyemangati dan menyoraki istriku untuk menanggalkan pakaian terkahir istriku. Para pria itu kembali secara kompak dan penuh semangat menyoraki dengan lantang
“Vani... Vani.... Vani.....…. ayo buka roknya…. ayo buka roknya…buka…buka!!”

Para pria itu pun terus dengan penuh semangat dan nafsu bertepuk tangan dan menyoraki istriku untuk menanggalkan rok mini merah mudanya. Terlihat jelas semua pria menginginkan isriku memperlihatkan tubuh mulus dan sexy tanpa seutas benang pun yang menutupinya, sang DJ pun turut serta memanasi suasana dengan memutarkan lagu yang berdentam-dentam untuk membangkitkan gairah istriku sampai ke puncak. Entah karena terbawa suasana atau rasa bangga karena terus menerus dirayu dan disemangati para pria yang notabene tidak dikenal oleh istriku maka dengan pasrah istriku akhirnya menanggalkan rok mini merah mudanya sehingga saat itu juga para pria bersorak-sorai gegap gempita seperti mendapatkan durian runtuh dimana yang menjadi durian adalah tubuh istriku yang telanjang bulat berdiri di atas panggung. Terlihat jelas MC pun sangat puas dapat membuat istriku menanggalkan rok mini merah mudanya dan berdiri telanjang bulat di atas panggung. Kali ini istriku pun sudah tidak malu lagi berdiri di atas panggung dalam keadaan telanjang bulat dan dilihat oleh para pria yang sangat bernafsu sekali melahap tubuh polos istriku dengan tatapan yang nakal dan liar. Aku pun yang melihat kejadian ini tidak dapat melukiskan perasaanku saat melihat istriku berdiri telanjang bulat di atas panggung, rasa cemburu, malu dan bangga serta nafsu bercampur aduk akan tetapi karena terbawa suasana saat itu malah rasa bangga dan nafsu yang dominan dalam diriku. Aku sangat bangga dan nafsu melihat tubuh telanjang istriku yang berdiri di atas panggung menjadi tontonan para pria yang liar dan penuh nafsu itu. Payudaranya yang mulus dan sekal itu menggantung bebas tanpa ada seutas benang pun yang menghalanginya dan selain itu bulu kemaluan istriku yang terawat rapih dan bersih juga nampak terlihat menggoda para pria yang berdiri di depan panggung. Akhirnya MC pun berkenan untuk memberikan hadiah kalung emas kepada istriku dan MC berniat untuk langsung mengalungkannya ke leher istriku yang jenjang dan mulus itu. Untuk memudahkan pemasangan kalung maka istriku pun diminta berbalik membelakangi para pria sehingga kali ini para pria disuguhi pantat istriku yang sekal dan montok.

Ternyata sang MC mempunyai tujuan nakal lain dimana saat istriku membelakangi para pria, sang MC pun bergegas melemparkan semua pakaian istriku kepada para pria yang menyesaki di sekeliling panggung itu sehingga membuat para pria berebutan untuk mengambil dan menyimpannya sebagai hadiah kenang-kenangan dan baru setelah itu MC mengalungi istriku dengan hadiah kalung emas yang menjadi hak istriku. Aku yang melihat hal itu pun hanya bisa pasrah dan malah tambah nafsu memikirkan kalau istriku nantinya akan terus telanjang bulat selama perayaan pesta tahun baru ini. Aku tidak mengerti kenapa aku bisa sedemikian bernafsunya memikirkan hal itu padahal seharusnya aku malu dan khawatir mengenai kondisi yang harus dihadapi oleh istriku itu. Kemudian tanpa ada perasaan curiga atau aneh istriku akhirnya dengan gembira dan bangga berbalik badan kembali sehingga kali ini para pria dapat melihat istriku yang telanjang bulat sudah mengenakan kalung emas sebagai hadiah games striptease itu. Setelah sekali lagi mengucapkan selamat maka MC pun mempersilahkan istriku untuk turun dari atas panggung dan kembali ke mejanya. Setelah dipersilahkan turun maka istriku pun mulai mencari pakaiannya yang tadi dia tanggalkan satu persatu dan letakan di atas panggung, kulihat istriku mulai panik karena tidak dapat menemukan sebuah pakaiannya. Istriku terlihat bingung dan panik menghadapi hal itu, dia menghampiri MC untuk menanyakan pakaiannya yang tadi diletakan di atas panggung. 

MC pun tersenyum dan sambil memegang mic MC bertanya dengan lantang kepada para pria yang tadi berdiri di depan panggung, apakah mereka mengambil dan menyembunyikan pakaian istriku. Para pria itu saling berteriak dan menuding satu sama lain bahwa salah satu dari merekalah yang mengambil dan menyembuyikan pakaian istriku, padahal jika ditelusur balik memang hal ini disengaja oleh MC sehingga membuat istriku tidak lagi dapat mengenakan sebuah pakaian pun sehingga dia akan telanjang bulat selama sisa Perayaan Pesta Tahun Baru ini. Kemudian MC pun dengan santai menjelaskan kepada istriku bahwa pakaian istriku diambil dan disembunyikan oleh para pria dan MC tidak dapat membantu istriku mencari pakaiannya. Istrikut terlihat panik menyadari hal itu dan dia terlihat memohon kepada MC untuk membantunya mendapatkan kembali pakaiannya. MC terlihat berusaha menenangkan istriku tetapi di dalam benaknya dia sudah membuat skenario untuk membuat istriku jadi hadiah Tahun Baru yang tidak terlupakan bagi para pria yang hadir di pesta itu. Akhirnya setelah beberapa saat MC pun menawarkan kepada istriku sebuah games lagi dan jika istriku menang maka dia akan diberikan sebuah pakaian akan tetapi jika istriku kalah maka istriku akan menjadi hadiahnya. 

Istriku kaget akan hadiah yang harus diberikan tetapi karena terus dirayu dan diintimidasi oleh MC itu maka istriku pun menyanggupinya untuk mengikuti games selanjutnya. Ternyata games kali sangat sederhana yaitu istriku akan dikenalkan kepada para pria dan kemudian istriku diminta menebak siapa yang mengambil dan menyembunyikan celana dalam g-string nya. Setelah menjelaskan games yang sederhana itu maka MC pun mengajak istriku turun panggung untuk dikenalkan kepada para pria. Istriku yang dalam keadaan telanjang bulat hanya pasrah ketika digandeng oleh MC untuk menghampiri meja pertama. Para pria pun terlihat sangat antusias untuk berkenalan terlebih lagi saat itu istriku dalam keadaan telanjang bulat tanpa sehelai benang pun, awalnya mereka hanya bisa melihat tubuh telanjang istriku dari jarak beberapa meter tetapi sekarang mereka dapat melihat dengan jelas tubuh telanjang istriku dan tentu saja hal ini tidak disia-siakan oleh para pria itu. Kulihat para pria itu tidak mau menjabat tangan istriku sebagaimana layaknya berkenalan tetapi para pria itu memeluk tubuh telanjang istriku dan mencium pipi istriku.

Terlihat istriku pasrah menghadapi hal ini dan ternyata setelah melalui beberapa meja terlihat para pria itu mulai berani menggoda dan merangsang istriku, para pria itu tidak lagi hanya memeluk istriku tetapi mereka langsung mencium bibir istriku sambil ada yang memegang bongkahan pantat istriku yang sekal dan sexy atau ada pria yang terang-terangan memegang payudara dan memilin puting payudara istriku, awalnya istriku terlihat pasrah tetapi setelah berulang-ulang kali mendapatkan rangsangan dari berbagai pria maka istriku pun mulai terlihat menikmatinya. Kini terlihat istriku mulai membalas ciuman mesra dari para pria dan kini istriku juga terlihat menikmati jika pantat yang sexy dan sekal itu diremas-remas, terkadang kulihat bibir istriku seperti menahan nafsu ketika payudaranya diremas dan dipilin putingnya terkadang dia terlihat mengoyang-goyangkan pinggulnya menandakan dia mulai terangsang berat dan vaginanya siap untuk dimasuki penis teman bermainnya. Dalam keadaan seperti itu MC berperan dengan tegas dan lugas langsung menarik istriku keluar dari kerumunan para pria yang memberikan rangsangan-ransangan nikmat kepada istriku, MC tidak ingin gamesnya berakhir tidak sesuai dengan skenarionya. Suatu saat istriku sampai di meja yang diduduki oleh para pria dari Afrika mereka terlihat sangat hitam dan kontras dengan kulit istriku yang putih dan mulus. Kulihat para pria Afrika jauh dari ganteng malah ada beberapa yang terlihat cukup sangar dan keras wajahnya, ketika istriku tiba di meja mereka maka para pria Afrika itu langsung berdiri mengelilingi istriku dan terlihat istriku sangat mungil dibandingkan dengan para pria Afrika itu. Mereka pun langsung menggendong tubuh telanjang istriku dengan mudah dan kulihat satu persatu mereka mencium istriku dengan liar sambil meremas-remas payudara dan astaga mereka dengan santainya meremas vagina istriku. Mereka menggosok-gosok vagina istriku dengan jarinya terlihat istriku kelojotan dan menggelinjang dengan liar tanda dia sangat menikmati dan nafsu menerima perlakuan para pria Afrika itu. 

Tidak sampai disitu kulihat istriku di gendong oleh dua pria Afrika yang satu disebah kiri dan yang satu disebelah kanan, tangan istriku sengaja dilingkarkan ke leher dua pria itu sementara kedua paha dan pantatnya dipegang oleh dua pria Afrika lainnya sehingga kaki istriku membentuk huruf V terbalik sehingga memperlihatkan vaginanya yang terawat rapih dan menggairahkan itu. Tak lama kemudian kulihat pria Afrika yang ke lima berlutut dan mukanya berada tepat didepan vagina istriku, tanpa membuang waktu lagi kulihat pria itu langsung melahap vagina istriku dengan rakus sehingga membuat istriku meronta-ronta dalam pelukan kedua pria Afrika yang besar-besar itu, hal ini menandakan istriku sangat menikmati rangsangan-rangsangan yang diberikan oleh pria Afrika itu. Kulihat vagina istriku disedot dan dilumat dengan penuh nafsu oleh pria Afrika itu sampai membuat istriku terlihat menjerit-jerit menahan nikmat meskipun aku tidak dapat mendengar jeritannya karena tersamar dengan alunan musik retro yang menghentak tetapi aku dapat melihat jelas mimic dan mulut istriku yang berkomat-kamit seperti mendesah dan menjerit keenakan. Kembali lagi sang MC segera melerai rangsangan-rangsangan yang diberikan oleh pria Afrika itu padahal terlihat istriku tersengal-sengal menandakan dia sedang dalam puncak kenikmatan tetapi terlanjur dihentikan sebelum dia mencapai orgasmenya. Kulihat istriku berjalan sedikit tertatih tatih dan lemas karena nampaknya pria Afrika itu hampir membuat dia mencapai puncak kenikmatan hanya dengan menghirup vaginanya.

Kejadian para pria itu memberikan rangsangan yang bertubi-tubi terus berlanjut sampai suatu saat istriku menghampiri sebuah meja yang terletak agak di pojok ruangan, kulihat istriku sedikit kaget dan tersipu malu ketika bertatapan dengan pria-pria yang ada di meja tsb. Aku tidak mengetahui apakah gerangan yang terjadi karena terlihat mereka berkomunikasi dengan baik tidak seperti pria-pria lain yang langsung menghampiri istriku dan memberikan ciuman mesra serta meremas-remas payudara dan pantat istriku. Setelah beberapa saat mereka berbicara dan cukup akrab maka dapat kusimpulkan bahwa istriku mengenal para pria itu dan tanpa kusangka istriku pun menunjuk salah satu pria yang berperawakan sedang, bertubuh gendut dan berkulit kecoklatan sebagai pria yang menyembunyikan celana dalam g-stringnya. Setelah istriku menentukan pilihan maka istriku dan pria gendut itu pun diajak naik ke atas panggung dan ketika mereka sudah berada di atas panggung maka untuk membuktikan celana dalam g-string istriku disimpan oleh pria itu maka istriku diminta untuk melakukan penggeledahan ke seluruh tubuh pria itu dan sambil malu-malu kulihat istriku memegang-megang badan dan kantung yang terdapat di pakaian pria itu setelah beberapa waktu melakukan penggeledahan dan istriku tidak bisa menemukan maka MC pun dengan nakalnya meminta istriku memeriksa ke dalam celana pria itu karena takut disembunyikan ke dalam celana. Dengan tersipu malu kulihat istriku menuruti perintah MC itu dan memasukan tangannya yang putih mulus ke dalam celana pria itu dan tak lama kulihat istriku menyentuh kemaluan pria itu yang tiba-tiba membesar menandakan pria itu mulai nafsu dengan sentuhan-sentuhan dari tangan istriku di dalam celananya. Setelah beberapa saat mencari-cari dalam celana pria itu dan tidak ditemukan celana dalam g-string istriku maka MC pun menyatakan istriku telah salah memilih pria dan dinyatakan kalah sehingga untuk sisa waktu dalam Perayaan Pesta Tahun Baru itu istriku menjadi milik pria itu dan pria itu berhak untuk melakukan apa saja terhadap tubuh telanjang istriku yang sexy. Aku langsung panic dan akhirnya pasrah karena ini adalah sebuah games yang juga aku setujui dari awal sehingga untuk menghilangkan rasa cemburu dan mungkin nafsu yang tidak tertahankan aku segera keluar dari ruangan dan bergegas pulang untuk mengambil pakaian istriku. Aku bergegas pulang akan tetapi karena hari itu adalah hari Perayaan Tahun Baru maka macet pun terjadi dimana-mana namun aku berusaha untuk memacu kendaraanku sehingga bisa cepat tiba di rumah. 

Di dalam mobil terus terang pikiran tidak tenang dan malah akhirnya membuatku nafsu sendiri membayangkan istriku yang telanjang bulat akan menemani para pria tersebut selama perayaan tahun baru. Akhirnya setelah jam 5 pagi aku tiba dirumah dan aku segera bergegas mengambil pakaian istriku dan langsung tancap gas untuk kembali lagi ke pesta tahun baru itu, perjalanan menuju tempat pesta sudah lebih sepi mengingat hampir semua perayaan pesta tahun baru yang berlangsung di jalan-jalan utama sudah selesai sehingga aku bisa memacu kendaraanku untuk bergegas sampai di tempat tujuan. Akhirnya hampir jam 6 pagi aku tiba kembali di tempat pesta dan aku membayangkan apa saja yang sudah terjadi terhadap istriku selama kurang lebih 6 jam itu. Kulihat tempat pesta itu sudah mulai sepi karena sebagian besar pengunjungnya sudah pulang entah untuk istirahat atau melanjutkan pesta di tempat lain. Sesampai di dalam ruangan aku bergegas mencari istriku dan awalnya aku tidak dapat menemukannya akan tetapi aku melihat MC sedang duduk beristirahat di sebuah meja dan aku segera menghampirinya untuk menanyakan keberadaan istriku. MC pun memintaku untuk menunggu di tempat duduk sebelahnya dan MC pun berjalan dan masuk ke dalam ruangan yang tertutup rapat, tak lama kemudian MC keluar sambil mengandeng istriku yang masih dalam keadeaan telanjang bulat tetapi dia terlihat sangat letih dan rambutnya sudah awut-awutan dan sekujur tubuhnya penuh dengan keringat.

Aku segera menghampiri MC itu dan segera menutup tubuh telanjang istriku dengan pakaian yang kubawa dari rumah dan tanpa mengucapkan sepatah kata pun aku bergegas untuk kembali ke mobil tetapi MC itu sempat menahanku dan memberikan HP smartphone istriku kepadaku dan aku pun langsung menyimpannya ke dalam kantong celananku. Aku langsung memapah istriku menuju mobil dan langsung memasukannya dia ke kursi belakang supaya istriku bisa rebahan dengan lebih bebas. Aku pun segera memacu kendaraanku dengan cepat karena aku ingin segera tiba di rumah dan membawa istriku ke kamar untuk istirahat. Tak lama aku pun sampai dirumah dan aku segera memapah istriku kembali dan membawanya ke kamar tidur, istriku terlihat sudah tertidur meskipun tadi aku sempat memapahnya dengan hati-hati. Terlihat jelas di wajah istriku dia sangat kelelahan dan badannya penuh dengan keringat dan sperma pria yang sudah mulai mongering. Aku tidak ingin mengganggu istirahat istriku sehingga kubiarkan istriku berbaring dengan bebas padahal dalam kepalaku berkecamuk memikirkan apa saja yang telah dilakukan para pria itu kepada istriku. 

Tiba-tiba HP istriku yang ada di saku celanaku berbunyi menandakan ada sebuah sms masuk dan aku pun sontak ingin melihat isi sms yang masuk mengingat saat itu masih sangat pagi dan kulihat di HP istriku tertulis nama Udin dan dalam sms itu tertulis ‘SELAMAT TAHUN BARU manis dari Udin’ …. dan kalimat selanjutnyalah yang membuat jantungku berdebar keras karena di sms itu tertulis :
“terima kasih vaniaku yang manis karena malam ini kita telah puas menikmati tubuhmu yang sexy dan menggairahkan itu dan untuk kenang-kenangan sudah kami copykan film kamu selama merayakan pesta tahun baru barusan dan selamat menikmati….. Jangan lupa pertemuan kita di kantor nanti akan lebih menggairahkan setelah kejadian malam ini. Tentu saja film buatanmu ini akan dilihat boss dan teman-teman di kantor. Selamat Beristirahat dan sampai bertemu kembali di kantor di tahun baru ini sayang.”

Aku langsung merinding dan kaget ternyata yang menemani istriku malam ini ternyata rekan kerja dia di kantornya dan terlebih lagi mereka sudah membuatkan rekaman istriku yang sedang dalam keadaan telanjang bulat dan tentunya dalam keadaan yang tidak dapat kubayangkan. Setelah membaca sms itu aku pun dengan hati yang tegang dan nafsu mencari film tsb di HP istriku dan tak lama kulihat ada banyak file rekaman dan aku memberanikan diri untuk melihat film itu.. Sungguh takjub aku melihat istriku dirangsang dan diperkosa oleh SELURUH orang yang ada di pesta itu, mereka semua telanjang dan memasukan kelamin mereka yang besar dan keras ke vagina istriku yang lembut dan layu ini..


Cerita Birahi Pembantu Tanteku

Sore yang kelabu saat itu. Aku kesal setengah mati gara-gara rapat BEM yang tidak kunjung menemukan hasil. Jengkel memang aku rasakan, karena semuanya tetak kukuh dengan pendirian dan pendapatnya masing-masing. Terkadang BEM sudah seperti di Senayan saja.

Aku pulang ke rumahku menggunakan motor butut kesayanganku. Motor yang udan nemenin aku selama menjadi mahasiswa di kota ini. Perkenalkan aku Andra, mahasiswa teknik semester 5 universitas negeri di kotaku. Kalo perawakan, aku terusterang sering d bilang ganteng mirip tantowi yahya. Tinggi rata-rata 170 cm, namun agah sedikit padat.

Aku aktif di organisasi BEM semenjak awal semester 4 ini. Aku kira enak menjadi ketua BEM. Namun ternyata tidak seenak yang aku bayangkan. Kuliahku jadi terbengkalai, ntah bagaimana hasil semester ini.

Kita mulai saja ceritanya. Cerita ini adalah cerita yang menurutku serba kebetulan. Aku pung ga nyangka semua ini akan terjadi.
* * *
Sepulang rapat BEM aku langsung pulang ke rumahku. Rumah tanteku lebih tepatnya. Aku tinggal di sana karena tidak ada yang menghuni rumah itu. Tante dan keluarganya telah pindah ke Amerika mengikuti om yang bekerja sebagai seorang supervisor di salah satu perusahaan tambang emas terbesar di dunia. Rumahnya sangat besar, aku tinggal disini bersama dengan seorang pembantu wanitanya tante yang bertanggung jawab membersihkan rumah tersebut.

Sampai di rumah perasaanku emang sudah serba uring-uringan. Rasanya darah tinggiku kumat. Pusing menang, pandanganku kabur sampai aku pingsan di bawah tangga menuju lantai 2 dimana kamarku berada.

Ntah berapa lama aku tidak sadarkan diri. Yang aku tau waktu aku sadar aku berada di atas sofa ruang keluarga didampingi mbak Yuni.
“den Andra udah sadar..” suara mbak Yuni memecah kebuyaranku.
“ehh... mbak Yuni, aku tadi pingsan yah mbak. Maaf merepotkan mbak, aku emang lagi ga enak badan..”
“ahh,, ga apa-apa lagi den. Emang den Andra kenapa?? kok bisa sampai pingsang segala??”
“ga tau lah mbak, kayaknya darah tinggi ku kumat gara-gara rapat tadi.”
“den Andra ini ada-ada saja, masa masih muda udah kena darah tinggi.”
“hahah... mau gimana lagi mbak, kata dokter emang begitu. Yaudah mbak, aku mau ke atas dulu, mau mandi trus istirahat.”
“jangan lupa makan den. Mbak udah masak tuh. Aden mau makan d bawah atau di atas??”
“di atas aja kalo begitu mbak”

Percakapan kami pun berlalu seiring dengan berjalannya aku menuju kamarku. Mbak Yuni merupakan seorang janda muda beranak satu. Anaknya di tinggal di kampung halamannya bersama dengan keluarganya. Sebenarnya dia cantik, wajahnya ayu, kulitnya putih terawat. Mungkin karena di rumah tidak terlalu banyak kerjaan dia bisa merawat tubuhnya. Yang paling menarik itu tubuhnya yang sangat-sangat proporsional. Payudaranya tetep kenceng walau udah beranak satu dan pinggulnya padet berisi. Bisa di katakan dia adalah miss pembantu, heheh.

Sesampainya di kamar, aku langsung mandi. Walau ada air panas, tapi aku paling malas mandi dengan air panas, soalnya ga ada segarnya jadinya. Setelah mandi aku rebahkan diri di atas ranjang kesayanganku dengan masih mengenakan handuk. Tak lama berselang mbak Yuni datang membawa makanan dan susu coklat hangat kesukaan ku.
“ini den, makanannya. Jangan lupa di makan trus minum susunya biar ga tambah sakit.”
“iya mbak, makasih..” jawabku dengan senyuman.
“kalo gitu mbak ke bawah dulu yah den. Kalo ada apa-apa panggil aja mbak.”
“iya mbak Yuni yang bawel..”

Mbak yuni pun keluar dari kamarku. Langsung saja aku ganti pakaianku dengan pakaian resmi di rumah. Yah celana boxer sama baju singglet. Makanan yang telah d antar mbak yuni pun tak lupa aku santap.

Makanan habis aku pun mulai untuk istirahat. Namun mataku tetap ga bisa di bawa tidur. Ntah kenapa sejak ngeliat mbak Yuni yang tadi makai baju you can see aku selalu kepikiran dia. Biasanya dia lebih suka pakai daster ato baju kaos sama celana pendek selutut. Eh tadi dia pakai celana pendek sepaha plus baju you can see. Pokoknya mempertontonkan banget deh. Pikiranku mulai kotor, aku mulai membayangkan gimana yah kalo aku tidurin mbak Yuni. Tapi aku juga takut, ntar dia marah dan nadu sama om dan tante. Bisa diusir aku. Namun si otong udh minta di kasih jatah dan setan pun membujuk-bujuk supaya cari akal buat bisa nidurin mbak Yuni.

Tak lama lampu neon un menyala di atas kepalaku. Bagai mana kalo aku coba minta pijitin sma mbak Yuni. Kalo berhasil taktik berikutnya bisa nyusul. Emang sih cara ini cara paling kuno dalam menjebak pembantu, tapi apa salahnya di coba.

Aku mulai ideku tadi. Aku turun ke lantai satu untuk mencari mbak Yuni. Aku mencari ke kamarnya, namun mbak Yuni ga ada di sana. Aku cari lagi, mungkin di toilet, tapi juga tidak ada. Malas mencari aku panggil saja dia. Eh ternyata dia lagi nonton di ruang tangah.
“ada apa den?”
“eh mbak Yuni di cariin ke kamarnya alah ada di ruang tengah..”
“iya den, mbak lagi nonton tadi. Ada apa yah den cari mbak?”
“ini mbak, badan aku capek-capek semua. Mbak misa mijit ga?”
“mbak ga bisa mijit den, ntar takut aden jadi salah urat. Aden mau di panggilin tkang urut langganannya nyonya?”
“mbak aja deh mbak, ntar nunggunya lama. Lagian sekarang udah jam berapa.”
“gimana yah den. Tapi kalo salah urat jangan salahin mbak loo..”
“iya deh mbak. Aku tunggu di kamar yah”

Langkah pertama berhasil, sekarang tinggal bagaimana membujuk nya saja. Aku langsung ke kamar. Kubuka bajuku dan langsung aku tengkurep di atas ranjang. Tak lama mbak Yuni datang dengan masih memakai pakaian yang tadi.
“den Andra ada body lotion ga buat mijit?”
“ada tuh mbak di atas meja. Ambil aja.” Kataku singkat
“kalo ga enak bilang aja yah den.”
Aku tidah menjawab. Mbak Yuni duduk di pinggir ranjang dan menuang body lotion ke tangannya dan mulai memijit punggungku. Emang sih pijitannya kurang enak, tapi lumayan lah demi bisa menggoyang ranjang ini.
“mbak kalo susah mijitnya dari samping, naik aja duduk di atas punggung aku mbak, ga apa-apa kok.”
“ahh ga usah den. Ga enak di lihat orang.”
“siapa yang bakal lihat mbak, kan di rumah ini Cuma ada kita berdua, gabakal ada yag liat. Kalo mijitnya kaya gini kan mbak juga yang bakal susah. Ntar pinggangnya keseleo lagi.”
“iya deh den. Maaf loo den.” Katanya sopan sambil beranjak naik dan duduk ke atas pinggang ku.

Saat memijit mbak Yuni terus bercerita tentang pengalamannya bekerja di rumah ini selama 5 tahun terakhir. Ternyata dari ceritanya mbak Yuni emang masih muda. Umurnya baru 25 tahun. Dulu dia nikahnya umur 16 tahun trus punya anak cowok. Waktu dia umur 20 taun dia mulai kerja di sini sama tante, sampai sekarang. Aku berfikir, mungkin inilah saatnya aku mulai melencengkan pertanyaanku.
“sekarang umur anak mbak udah brapa taun??”
“sekarang mah udah 8 taun den, namanya Rangga.”
”pasti orangnya ganteng. Soalnya mamanya cantik banget.”
“ah aden ni bisa aja. Mana pula ada pembantu yang cantik den.”
“serius mbak, mbak itu cantik, putih, sexy lagi. Terus terang aku suka lo sama gaya berpakaian mbak yang kaya gini. Mbak nampak lebih muda dan lebih segar.”
“ihh aden pinter banget ngegombalnya.”
“mbak ga percaya yah. Kalo aku belum punya tunangan, aku mau tuh jadiin mbak pacar.”
“ihh udah ah den. Aden ni ada-ada aja.”

Mbak Yuni terus memijit tubuh ku. Setelah bagian punggung selesai pijitannya pindah ke kaki. Kami terus bercerita dan aku terus memberi serangan agar cita-cita ku tercapai.
“mbak, kok mbak ga nikah lagi? Kan mbak cantik?”
“ga ah den, belum saatnya rasanya. Mbak mau fokos buat ngebesari anak mbak dulu. Mbak mau ngumpulin duit dulu, biar nanti dia ga kaya orang tuanya. Mbak mau dia nanti kuliah kaya den Andra trus jadi orang gede biar bisa ngebehagiain orang tuanya.”
”trus misalnya kalo mbak lagi kepengan gimana mbak?”
“kepengen apa yah den?”
“iya, kepengen itu. Biasanya kalo orang udah berkeluarga dan udah punya anak kan ketagihan buat gituan. Emang mbak ga kepengen lagi gituan?”
“ya kepengen lah den. Tapi mau gimana lagi. Ya terpaksa harus di tahan-tahan aja.”
“kasian yah mbak. Harus tersiksa gini. Tapi kalo mbak emang kepengen aku mau lo bantuin mbak.”
“ihh aden nih. Kan ga boleh den. Ntar ketauan orang bisa brabe. Ehh aden kakinya udah selesai mbak pijit nih.”
“ya ga apa-apa lah mbak, daripada tersiksa. Bagian depan juga dong mbak, masa bagian belakangnya doang.”
Mbak Yuni tampak berfikir karena ucapan ku tadi. Aku berbalik menelentang, terus terang aku lumayan terbawa karena pembicaraan kai tadi, batangku pun mulai berdiri, tercertak jelas dari boxer yang aku pakai. Dan sempat aku melihat mbak Yuni beberapa kali melihat ke arah selangkangan ku.

Sebenarnya ukuran batangku pun tidak begitu panjang, hanya rata-rata orang Indonesia, namun diameternya emang agak besar sekitar 5 cm. Dan saat ini si otong sudah agak ngeceng.

Mbak Yuni mulai memijit badian dadaku, dia memijit dari arah samping. Dan dari sini aku dapat melihat wajah cantiknya dan belahan dada montoknya. Selain itu tanganku juga bergesekan teru dengan paha mulusnya.
“tuhkan mbak masih cantik banget.”
“aden mulai lagi kan. Jangan gitu dong den, mbak kan jadi malu.”
“aku serius lo mbak. Sexy lagi, pasti bakal beruntung orang yang dapat mbak sebagai istrinya nanti.”
Mbak Yuni hanya tersenyum-senyum dengan pujian ku. Dia terus saja memijit dada ku hingga puting kupun menegang. Mungkin dia suka dengan dadaku yang memang bidang karena aku sering angkat beban di tempat aku biasa fitnes.
“mbak, masa mijit dada aku terus. Pijit yang lain dong.” Kataku protes.
“maaf den, keasikan ngobrol sampai lupa deh.”
“ngomong-ngomong ga susah mbak pijit dari situ?”
“iya sih den. Tapi mau ginama lagi. Ntar adeknya aden kedudukin lagi sama mbak.”
“ahh ga apa-apa mbak. Dudukin aja.”
“ga usah lah den, mbak jadi ga enak ntar.”
“enak kok mbak, dudukin aja” memaksa
Mbak Yuni pun pindah duduk ke atas paha ku. Kira-kira pas antara adek ku dengan selangkangannya. Muka mbak Yuni memerah mungkin merasa malu dengan keaadan kami saat ini. Dengan begini payudara mbak Yuni makin terlihat jelas sangat kontras dengan baju hitam yang dia pakai. Lama kelamaan si otong malah semakin bangun. Aku yakin mbak Yuni meaakannya karena dia tepat mendudukinya.

Tanganku mulai nakal mengelus-elus pahanya mbak Yuni. Namun tidak ada penulakan dari mbak Yuni dan tampaknya mbak Yuni juga menikmati elusanku di pahanya. Tidah hanya itu aku mulai menggoyang-goyangkan badanku sedikit demi sedikit, sehingga otongku dapat bergesekan dengan nonanya mbak Yuni, walau masih terlapisi oleh celana kami. Tapi lumayan lah untuk memancing-mancing mbak Yuni.

Wajahnya semakin memerah, nafasnya mulai memburu. Aku dapat merasakan nafasnya semakin cepat. Aku tingkatkan lagi serangan ku. Tangan ku ku pindahkan ke pantatnya dan sedikit aku elus-elus. Selain itu goyangan tubuhku semakin aku perkencang. Namun yang teradi karena goyangan itu, tangannya yang saat itu memijat bahuku malah terpeleset. Dia terjeatu di dada ku. Dan yang lebih ajaib lagi bibirnya mbak Yuni pas mendarat di bibir ku.
“maaf den, mbak kepeleset tangannya.” Mukanya merah padam.
“ga apa-apa kok mbak. Kalo minta tambah boleh ga mbak?” pancingan ku.
“tambah apa den?”
“tambah ciumannya. Heheh” aku cengengesan.
“tuhkan aden tambah nakal. Udah dari tadi tangannya kemana-mana. Sekarang malah minta cium. Ntar mbak aduin sama nyonya lo.”
“jangan dong mbak. Maaf deh, aku Cuma kebawa aja. Tapi mbak suka kan?” jawabku memancing lagi.
Mbak Yuni tidak menjawab pertanyaan ku. Walau begitu dia tetap berada di atas ku. Dengan nafas yang masih memburu menikmati goyangan yang aku berikan kepadanya.

Mbak Yuni tidak melakukan apa-apa. Dia tetap duduk di atasku dan tanyanya tenang menopang badannya di dadaku. Matanya merem, seperti menikmati sesuatu. Goyangan semakin ku percepat. Al hasil mbak Yuni mendesah.

Aku bersorak dalam hatiku. Aku berhasil memancing mbak yuni untuk masuk ke jebakan ku. Kembali ku mainkan tangan ku. Tanganku kembali ke pantatnya mbak Yun dan meremas-remas pantatnya sambil terus menggoyang-goyang. Dia tidak lagi protes dengan apa yang aku lakukan. Dia malah semakin menikmati.
“gimana mbak? Enak ga mbak?”
Mbak Yuni hanya mengangguk, matanya sayu menandakan dia sangat menikmati goyangan ku.
“mau yang lebih enak ga mbak?”
“apa den.?” Jawabnya tersenggal.
“kita main yuk mbak, aku juga ga tahan nih.”
“jangan den, ntar ketahuan orang. Kaya gini aja udah cukup den.”
“ga bakal ada orang yang tau selain kalo mbak yang bilang kepada orang lain mbak.”
“tapi mbak takut hamil den. Trus mbak juga takut kalo ntar aden ngadu sama nyonya.”
“mbak percaya deh sama aku. Aku ga bakal bilang sama siapa-siapa asal mbak juga gitu.” Jawabku sambil membalikkan badan. Sekarang aku berada di atas menindih mbak Yuni sambil terus menggoyang selangkangannya mbak Yuni. Mbak Yuni menikmati banget apa yang aku lakukan terhadapnya. Dia tampaknya sudah setuju dengan apa yang aku ingin kan.

Melihat lampu hijau telah menyala. Tangan ku mulai menggerayangi tubuh mbak Yuni. Bibirku langsung menyambar bibir mbak Yuni dan mbak Yuni pun menanggapi ciuman ku. Tangan ku mulai mendaki gunung indah yang dari dulu menjadi impian ku. Aku remas kedua gunung identik itu terasa banget kalo mbak Yuni ga pake BH di dalamnya. Soalnya putting susu mbak Yuni terasa keras dan mencetak keluar. Ternyata mbak Yuni punya putting yang kecil sehingga dari tadi aku ga sadar kalo mbak Yuni ga pake BH.

Serangan terus ku lakukan. Leher dan belakang telinganya ku cium dan ku jilat. Mbak Yuni menggeliat pertanda nafsunya sangat menggebu-gebu. Tangan kupun telah masuk kedalam baju you can see yang di pakai mbak yuni. Kenyal sekali memang. Si otong berada di puncak akibatnya. Dan pastinya semakin terasa sama mbak Yuni. Cairan beningpun sudah keluar dari ujung penis ku bahkan telah tembus sampai keluar celana boxer yang aku pakai. Tapi mak Yuni lebih parah. Celananya telah basah akibat gesekan yang aku berikan, membuat aku tambah bersemangat menggempur mbak Yuni.
“mbak, bajunya aku buka yah, biar tambah enak.”
Mbak Yuni hanya mengangguk menjawab pertanyaan yang aku berikan. Tak menunggu waktu lama baju mbak Yuni telah terlempar ntah kemana. Remasanku semakin kuat, mbak Yuni semakin menggeracau dan mendesah tak karuan hanya kata kata “ahhh.. sssshhh... dan terus den” yang aku dengar dari tadi. Kedua putting kecil itupun tak lupa aku jilat dan aku hisap. Sangat nikmat rasanya. Meremas sambil menghisap susu besar seperti ini. Tak lupa aku tinggalkan dua tanda cupangan di kedua susunya mbak Yuni. Tanda aku telah pernah menidurinya. Dan tanda yang selalu aku berikan kepada semua payudara yang telah pernah aku hisap.

Gempuran kembali aku tambah. Tanganku turun menuju selangkangan mbak Yuni dan menggosok-gosoknya. Merasa kurang nyaman, aku pelorotkan celana beserta celana dalamnya sehingga sekarang mbak Yuni bugil total. Alangkah terkesimanya aku melihat ternyata mbak Yuni mencukur habis semua bulu kemaluannya. Vaginyanya tampak bersih dan mengkilat karena lendir yang dia keluarkan.

Kembali aku gesekkan tanganku ke bibir vaginanya. Klitorisnyapun tampak membengkak karena nafsunya yang menggebu. Cairan beningpun tampak banjir keluar dari lobang surganya mbak Yuni. Ku jilat vaginanya mbak Yuni. Namun mbak Yuni menolaknya. Dia langsung menutup vagina mulus yang dia punya.
“jorok atuh den. Masa tempat kencing aden jilat.”
“ga apa-apa mbak. Mbak nikmati aja. Pasti rasanya enak banget.” Jawabu meyakinkannya.

Ku angkat tangan mbak Yuni dari vaginanya dan langsung ku sergap. Mbak Yuni tambah menggeracau ga karuan “enak den.. aden bener,.. enak banget... terus den.. hisap yang,.. keras” ucapnya tak karuan. Terus aku jilat dan aku hisap lobang surganya. Jari tengah ku pun aku masukkan ke dalam lubang vagina nya membuat caian didalamnya meluber keluar. Kelihatannya mbak Yuni emang udah lama ga di sentuh sama lelaki. Nafsunya sampai sebegini banget , fikirku.

Tak lama aku menjilat vaginanya mbak Yuni, mbak Yuni mendapatkan orgasmenya yang pertama. Orgasme yang sangat dasyat, sampai sampai muncrat keluar. Langsung saja aku hisap semua cairan kental yang keluar tanpa ada sisa. Lumayan lama mbak Yuni menegang karena orgasmenya. Dia tampak kelelahan karena orgasme pertamanya.
“gimana mbak?? Capek yah mbak??”
“iya den. Mbak jadi lemes gini. Tapi enak banget den. Mbak aden apain tadi sampai mbak kenikmatan gini.. rasanya mbak kaya terbang gitu den” nafasnya tersenggal.
“ga di apa-apain kok mbak. Sekarang mbak istirahat dulu.. ntar aku kasih yang lebih nikmat.”
Mbak Yuni pun ketiduran di kamarku tanpa busana. Spray tempat tidurku basah karena cairannya mbak Yuni. Aku biarkan mbak Yuni istirahat biar nanti mbak Yuni bisa fresh lagi.

Akupun tidur di sebelah mbak Yuni sambil memeluk nya.
***
Aku ketiduran lama, dan terbangun pukul 10 pagi. Untung hari itu aku ga ada jadwal kuliah jadi aku bisa seharian di rumah.

Saat itu mbak Yuni masih tertidur, sepertinya dia benar-benar keletihan semalam.
“mbak.. mbak.. keletihannya sampai ketiduran sampai jam segini.”
Aku bangunkan mbak Yuni dengan meremas-remas dadanya. Namuan dia masih saja tidur. Dasar mbak Yuni. Tidurnya kaya orang mati kataku dalam hati. Aku cium bibirnya pun diamsih belum juga bangun, malahan adekku yang bangun karena ngebangunin mbak Yuni. Mungkin karena semalam aku belum ngeluarin stok sperma yang udah seminggu aku simpan karena ga berhubungan dengan pacar ku.

Vaginanyapun kembali aku gosok-gosok dengan tangan ku. Tapi mbak Yuni tetap tidak bangun, namun lama-lama aku gesek vaginanya menjadi lembab dan basah. Nafasnya pun kembali memburu. Melihat kejadiannya begini, langsung saja aku buka celanaku beserta CD yang aku pakai, keluarlah si otong dari sarangnya dengan tegap minta sarapan pagi.

Mbak Yuni yang sedang tidur ini akan langsung aku genjot buat ngebanguninnya. Aku buka lebar-lebar selangkangannya dan kembali aku jilat biar lendirnya tambah banyak dan ga susah buat coblos lobangnya mbak Yuni.

Setelah 15 menit aku jilat, aku langsung mengambil posisi dan mengancang-ancang kuda-kuda buat menikmati vaginanya mbak Yuni. “dengan masuknya si otong kedalam vaginanya Mabak Yuni, maka aku akan berhasil menjalankan taktik kuno ini” kataku. Si otong aku gesek-gesekkan ke vaginanya mbak Yuni biar ada pelicinnya. Tak lama aku masukkan kontolku pelan-pelan, agak susah memang, mungkin karena mbak Yuni udah lama ga di entot ato karena emang batangku yang kegedean buat vaginanya mbak Yuni. Setelah berusaha menekan akhirnya kepala kontolku pun masuk kedalam vaginanya mbak Yuni. Namun dia masih saja belum bangun. Aku tekan keras kontolku ke dalam vaginanya mbak Yuni sampai mentok dan mbak Yuni pun terbelalak merasakannya. “aden Andra.. Sakit den.. kok adeng ga ngomong-ngomong mau masukin kontolnya?”
“mbak sih, susah banget bangunnya. Udah dari tadi aku bangunin tapi masih belum bangun. Ya langsung aja aku masukin, udah ga tahan sih..” jawab ku cengengesan.

Aku mulai mengocok kontolku yang ada di dalam vaginanya mbak Yuni. Dia terlihat masih meringis kaena perih yang dirasakannya, namun lama kelamaan ringisannya berubah menjadi desahan kenikmatan. Bahkan kata-kata kotor mulai keluar dari mulutnya. Tapi kata-kata kotor yang keluar makin membuat aku bernafsu menikmati tubuhnya mbak Yuni dan semakin kencang pula aku menusuk vaginanya mbak Yuni.

Tak lama memakai gaya standar mbak Yuni meminta kami ganti posisi. Dia meminta berganti menjadi doggy style. Aku kembali menggoyang mbak Yuni dari belakang.
“enak kaya gini den. Lebih kerasa. Tapi kok kontol aden gede banget sampai rasanyanya ga muat di memeknya mbak”
“yang penting enak kan mbak sayang” jawabku sambil terus menggoyang kontolku di memek mbak Yuni. Desahan dan erangan nikmat tak henti-hentinya keluar dari mulut mbak Yuni, membuat suasana menjadi semakin panas.

Lima menit bersama doggy style, mbak yuni semakin liar. Kelihatannya dia akan mengalami orgasmenya. Aku yang merasakan kontraksi otot vagina mbak Yuni semakin cepat, terus memompa semakin cepat sampai akhirnya tubuh mbak Yuni kejang menandakan puncak kenikmatannya telah datang. Batang kontolku terasa di siram dan di remas kuat oleh cairan dan dinding vagina mbak Yuni.
“ahh... nikmat banget den.. Aden hebat banget nunggangi mbak Yuni.”
“heheh.. emang kuda di tunggangi mbak?” Jawabku bercanda melonggarkan ayunanku.

Sebenarnya aku juga hampir mengalami klimaks saat mbak Yuni orgasme tadi. Namun karena mbak Yuni sempat minta berhenti, sehingga semprotan sperma ku pun tertunda. Beberapa saat mbak Yuni mengambil nafas. Kemudian dia meminta aku berbalik dan segera naik ke pangkuan ku. Kontolku yang masih ereksi dimasukkannya kedalam lobang surganya. Gampang saja, lobang yang telah basah itu langsung terisi oleh kontolku. Goyangan pinggul mbak Yuni mulai mengocok kontolku yang minta di keluarkan laharnya. Lambat dan lemah, tapi pasti koyangan itu di lakukannya. Memberi kenikmatan yang berbeda. Semakin lama goyangannya semakin cepat. Terkadang naik turun, atau berputar putar. Sepertinya mbak Yuni sangat mahir dalam gaya woman on top ini.

Aku tidak hanya menerima kenikmatan yang diberikan mbak Yuni. Tangan nakalku langsung ku letakkan di payudara mbak Yuni dan tak hanya diam. Remasan dan cubitan ku berikan untuk menambah kenikmatan permainan kami ini. Sesekali aku sempatkan menghisap putting tegang yang terpampang di depan ku dan tidak jarang aku gigit kecil putting itu.
“den,, enak gigitannya den. Ahhh... “ kata yang keluar dari mulutnya. Aku teruskan kerjaan ku. Cupanganku pun telah meraja lela di susunya mbak Yuni.

Goyangan mbak yuni tampaknya berhasil membobol pertahanan ku. Rasanya tidak lama lagi spermaku akan muncrat dari ujung senapan ku.
“mbak,.. akk.. akku udah ma.. mau keluar nih mbak.. shshhh.”
“keluarin di dalam aja denhh... mbak kayaknya juga udah ga lama lagi..”
Mendengar itu ku balikkan tubuh mbak Yuni dan langsung ku pompa keras memek nikmat tersebut. “ahhh... aku keluar mbaaaakkk” teriak ku mengiringi semprotan deras sperma ku di dalam memek mbak Yuni. Dan ternyata semprotankupun di sambut oleh orgasme mbak Yuni yang kesekian kalinya.

Tubuhku langsung melemas menindih tubuh mbak Yuni. Kami terdiam sejenak. Nafas kami tersenggal tak beraturan. Kontolkupun semakin lama semakin melemas dan mengecil di dalam memeknya mbak Yuni. Ku cabut kontolku dan aku beranjak berbaring di sebalah mbak Yuni.
“makasi yah mbak. Mbak udah mau ngelayani aku.”
“sama-sama den. Mbak juga udah lama kepengan ngentot yang kaya gini. Tapi kok aden mau main sama pembantu kaya mbak. Kan aden sendiri punya pacar.”
“ya ga apa-apa mbak. Emang ga boleh yah seorang majikan main sama pembantunya.?”
“ya ga apa-apa sih den.” Jawabnya singkat.
“ehh mbak. Ga apa-apa tuh aku nyemprotin sperma aku di dalam memeknya mbak.”
“ndak apa-apa den. Ntar mbak minum jamu biar ga hamil.” Katanya sambil tersenyum.

Kami terdiam. Dan tak terasa kami kembali ketiduran sampai pukul tiga sore. Ketika aku bangun mbak Yuni sudah tidak ada di sampingku lagi. Mungkin sudah kembali ke kamarnya. Segera aku bangkit dan mandi membasuh keringat dan sperma kering yang menempel di batang kontolku.

Setelah mandi, aku langsung kebawah mencari mbak Yuni. Ku temui dia sedang masak makan siang di dapur. Saat itu dia memakai baju kaos dengan stelan celana pendek ¾ . Lagi asik tampaknya sehingga tidak menyadari kehadiran ku. Tubuh indah mbak Yuni langsung ku peluk dari belakang mengagetkannya.
“udah bangun toh den..”
“udah sayang.. mbak, jangan panggi aku aden lagi yah. Kalo ada tante sama keluarganya aja panggil aden.”
“trus panggil apa dong den?”
“terserah kamu aja sayang.” Kataku mengecup pipinya.
“iya deh sayang.” Jawabnya
“sayang, aku boleh minta sesuatu ga?”
“minta apa den.. eh sayang?”
“kalo Cuma aku di rumah, kamu jangan pake baju yang kaya gini yah.”
“trus baju apa dong?”
“maunya sih telanjang aja. Gimana sayang.. mau yah?”
“kok gitu sayang.?”
“ya biar kalo aku lagi pengen, aku bisa masukin di mana aja.” Jawabku cengengesan.
“tapi kamu juga karus gitu. Baru aku mau.”
“OK” jawabku singkat.

Langsung ku telanjangi mbak Yuni saat itu juga. Begitu juga dengan aku. Kami sudah seperti kaum nudis saja di dalam rumah ini.

***
Sejak saat itu, kami sudah seperti suami dan istri. Mbak Yuni pun aku suruh pindah tidur ke kamarku. Tentu saja kalau tidak ada om dan tante. Dan selama kami berdua di rumah, kami selalu telanjang ria. Dan kami juga melakukan hubungan dimana saja kami suka. Di kamar, dapur, kamar mandi, ruang tamu, bahkan di kolam renang belang rumah. Kami selaku melakukannya tanpa kondom. Sempat sih mbak Yuni hamil. Namun dia menggugur kannya dan sejak saat itu dia rajin mengkonsumsi pil KB. Kamipun terus melakukannya sampai aku tamat sekarang. Walaupun aku telah menyelesaikan kulah ku dan bekerja di luar kota.


Bukan Niatku Berselingkuh



Perkenalkan namaku Vania, seorang ibu rumah tangga yang baru menikah. Dengan tinggi 165, berat 60, ukuran bh 34B, pantat yang lumayan menonjol dan kulit putih bersih diriku cukup menggairahkan bagi banyak lelaki. Aku sering mendengar siulan dan kata kata godaan, bahkan tak jarang ada tangan tangan jahil yang mendarat di pantat dan pinggangku. Berikut adalah kisahku ketika menemai suamiku clubbing bersama relasi bisnisnya.

Ketika tahu bahwa malam ini aku akan menemani suamiku clubbing, akupun memilih baju clubbing favoritku (tank top dan rok mini) agar gerakanku saat dance bisa bebas. Aku memang hobi dancing, sayang suamiku kurang suka dance. Ku berharap dengan pakaian favoritku aku bisa memberi suamiku semangat untuk menemaniku saat dancing.

Saat kami sedang asik dance, suamiku memberi tahu bahwa relasinya telah datang dan ada di belakangku. Akupun berkenalan, mereka bernama Joni, Iwan dan Hadi. Joni adalah teman suamiku, Iwan dan Hadi adalah staff Joni.

Kamipun duduk di sofa dan memesan minuman. Saat suamiku dan Joni asik ngobrol, tiba tiba Iwan duduk disampingku dan mengajak aku dance. Setelah minta ijin suamiku, akupun menuju tempat dance. Saat dance tiba tiba Iwan memelukku sambil meraba pantatku. Akupun mencoba melepaskan diri. Tapi Iwan mendekapku lebih erat sambil berbisik “Nurut aja sayang, ato gua sobek baju loe”. Akupun terdiam, aku takut kalau ia benar benar merobek bajuku. “Gua pengen loe dance kayak waktu dance sama laki loe tadi”. Aku menatapnya dengan bingung. “Gua suka ama gaya loe tadi”. Tampaknya relasi suamiku telah cukup lama berdiri dibelakang kami sebelum suamiku menyadari bahwa mereka telah tiba. Akupun melingkarkan tanganku pada leher Iwan kemudian menggerakan kepala dan panggulku kekiri dan kanan. Aku memejamkan mata, mencoba membayangkan kalo aku sedang dance dengan suamiku. Iwan lalu memasukan tangannya kedalam rokku dan memegang pantatku. “Wan, mau donk joget ma si amoy”. Tiba tiba terdengar suara Hadi dibelakangku. “Loe apain ampe dia nurut gitu?”. “Hehehe, rahasia boss” jawab Iwan. “loe pegang pinggangnya ye, jangan ampe lepas, gua mo bikin si amoy bener bener nurut”. Hadi lalu memelukku, dan iwan kemudian jongkok lalu meraih celana dalamku dan menariknya kebawah, kemudian melepaskan dan menyimpannya. “Nah sayang, ntar gua balikin lagi nih celana dalem kalo loe nurut.”. Iwan lalu membawaku ke sebuah meja yang berisi beberapa lelaki. Dia berbincang bincang sebentar kemudian menyuruhku dance di atas meja tersebut. ‘Ayo sayang, joget yang sexy yah”. Seru Iwan. Akupun mulai dance diriingi siulan dan teriakan para lelaki tersebut. Lama lama aku mulai merasa sangat sexy, sehingga gaya danceku pun makin panas.

Tiba tiba aku dipeluk dan diturunkan dari meja. Tampaknya Iwan sudah sangat ingin menicicipi tubuhku. Ia dan Hadi membawaku ke sebuah meja lain yang letaknya tersembunyi lalu menyuruhku memainkan kemaluannya, yang dikeluarkan dengan membuka kancing celananya, dengan tanganku. Tak lama kemaluannya menjadi sangat keras. Aku lalu disuruh memasukan kemaluannya ke miliku sambil membelakanginya. Jelas aku menolak. “Loe mau video loe ini gua sebarin?” katanya sambil memperlihatkan video yang direkam dengan hp pas aku dance di atas meja. Terpaksa aku mengikuti kemauannya. “Ayo sayang, goyang yang mantep….ha ha ha” katanya sambil meremas buah dadaku. “Gila….. bener bener mantep neh cewe” katanya pada Hadi. Aku merasakan sensasi yang lain, yang belum pernah kudapat ketika bercinta dengan suamiku. Tak lama kemudian akupun mencapai puncak kepuasan disertai semburan sperma Iwan. “Gantian donk boss” Hadi yang dari tadi menikmati raut wajah dan eranganku sudah tidak tahan. Dengan Hadi posisiku duduk berhadapan. Akhirnya setelah aku dan hadi selesai, Iwan mengembalikan celana dalamku dan menyuruhku untuk bersihkan diri sebelum kembali ke meja suamiku.

Beberapa hari setelah kejadian waktu clubbing tersebut, suamiku pergi untuk urusan bisnis ke luar kota. Akupun mengantarnya ke stasiun kereta api.

Kami makan siang disebuah restoran yang ada di dalam stasiun tersebut. Setelah selesai, aku pamit mau ke wc. Tak berapa lama aku kembali ke meja kami dan mendapati Iwan serta Hadi telah duduk bersama suamiku. “Van, nih Iwan ma Hadi kebetulan mau jemput relasi mereka”. Kami pun ngobrol sambil menunggu waktu keberangkatan suamiku. “Wah, pak Daniel, sayang sekali bapak hari ini ke luar kota. Padahal ada beberapa relasi yang ingin kami kenalkan ke bapak hari ini. Mereka cukup sibuk, jadi jarang ada kesempatan bertemu mereka seperti sekarang.” kata Hadi. “Hmm.. sayang ya…”sahut suamiku “Van, kamu bisa temuin relasi mereka? Siapa tahu ada deal.” “Mmm..ok deh” aku menyetujuinya karena kulihat suamiku sangat bersemangat untuk mengembangkan bisnisnya. Kemudian ku lihat Iwan berbisik ke suamiku. Suamiku berpikir sejenak dan berkata “ Ok, saya tidak keberatan, asal anda berdua bisa menjaga istri saya” “Van, malam ini kamu pakai baju clubbing yang kemarin ya…. Menurut Iwan relasinya senang dance dengan wanita yang berpakaian sexy. Tapi kamu ga usah takut, nanti Iwan dan Hadi akan jaga jaga supaya relasinya tidak kurang ajar.” Ku lihat Iwan dan Hadi senyum senyum dan mengedipkan mata. Aku tahu bahwa nanti malam aku akan jadi santapan mereka lagi. “Tapi baju yang kemarin belum dicuci. Pakai yang lain aja ya” Ku coba menghindari pakaian tersebut. Tiba tiba pengumuman keberangkatan kereta suamiku terdengar. “Van saya berangkat dulu ya. Kamu cari baju buat nanti malam ya. “ kata suamiku. “yang sexy ya sayang…biar saya juga enjoy kalo dance sama kamu lain kali. “ bisik suamiku sebelum mengecup bibirku. Akhirnya tinggal kami bertiga di meja tersebut. “Kita nunggu di boil loe aja yuk say. Soalnya kita pake taxi seh” kata Iwan sambil menarik tanganku. Ingin rasanya ku tampar muka Iwan, tapi ku teringat akan video ku di hp nya. Kami pun berjalan menuju mobil ku. Sepanjang jalan aku dipeluk oleh Iwan dengan santainya.

Sesampainya di mobil ku, Iwan berkata sambil menunjuk sebuah taxi” Say, bayarin taxi kita ya….yang itu tuh..35 rebu aja koq.” Saat aku berjalan menuju taxi tersebut, aku melewati supir supir taxi yang sedang ngobrol. Mereka memperhatikan ku dari ujung kaki sampai kepala. Hari ini aku memakai kemeja tanpa tangan dan celana panjang kain strech. “Eh liat ni cewe….bemper depan ma belakangya yahud boo” celetukan seseorang dari mereka. Sekembalinya dari membayar taxi tersebut aku melewati supir supir itu lagi. “Moy ikut kita aja yok” “Sama kita aja….ntar bonus servis” mereka mulai menggangguku. Tiba tiba pantat ku di raba. Aku kaget dah secepatnya berlari menuju mobil ku disertai gelak tawa para supir. Setibanya di mobil aku disuruh masuk ke kursi belakang dan diapit Iwan dengan Hadi. Mereka tidak buang waktu, langsung membuka baju ku dan memainkan buah dada ku. Akhirnya aku mulai terangsang dan keluar desahan desahan kecil. “Wah udah pengen di genjot ya say… hahaha” kata Iwan. Lalu bunyi hp Hadi menyelamatkan ku. Ternyata relasi mereka telah tiba. Kami lalu bergegas menjemput mereka.
“Met datang boss, ntar malem kita pesta neh….sama si montok ini” sambut Hadi. “Ckckck….hebat bener…dapet panda dari mana neh?”sahut Dedi. “Namanya sapa?” tanya Agus. “ Vania, dia bini relasi gua….gua dah bikin dia budak kita buat ntar malem” jawab Iwan. Aku hanya menunduk ketika mereka membicarakan diriku.
Kami kemudian berbelanja baju untuk ku. Di took tersebut aku hanya duduk ketika mereka beradu argumen tentang baju mana yang paling cocok. Akhirnya mereka memilih baju backless dan celana pendek. Saat kulihat diriku dikaca, aku jadi sedikit terangsang membayangkan apa yang akan terjadi. Dengan pakaian ini aku benar benar tampak menggairahkan, lekuk pinggang dan punggungku terbuka untuk disentuh, kaki ku yang putih mulus tampak jelas demikian juga bagian bawah pantatku.

Setelah itu kami kembali ke hotel aku langsung disuruh ganti pakaian. Saat aku selesai ganti, terdengar bunyi musik disco. Ternyata mereka telah menyiapkan sebuah tempat untuk aku dance. “Ayo sayang joget yang hot ya”kata Iwan. Akupun mulai bergoyang diiringi siulan dan pelukan mereka. Sampai akhirnya aku merasa sangat terangsang, tanpa sadar aku mengusap usap kemaluan dan buah dada ku sambil dance. “Boss silakan duluan….dah siap di genjot tuh” kata Iwan.

Tanpa ragu lagi Dedi dan Agus segera melucuti pakaianku. Kemudian aku diposisikan doggy style. Dedi memintaku mengulum kemaluannya sedangkan Agus menjilati kemaluanku. Tak dapat ku kendalikan lagi, akhirnya sisi liarku muncul. Goyanganku semakin hebat. Mulutku pun tak mau kalah. “mmmhh…enak bener sedotannya” kata Dedi. Agus pun memasukan kemaluannya. Lalu ikut bergoyang dengan berpegangan pada pinggang dan memainkan buah dadaku. Tak lama mereka berdua mengeluarkan spermnya. Aku menjilati sperm Dedi sampai habis. Mereka kemudian bertukar posisi. Tak lama kemudian aku mengelijang menikmati sensasi yang sangat luar biasa diikuti oleh teriakan mereka. “Gile….puas bener gua”kata Dedi. “Sama boss…gak nyangka bisa nikmatin cewe kaya gini”sahut Agus.

Kemudian giliran aku di mainkan oleh Hadi. Kali ini aku bermain kuda kudaan dengan menunggangi kemaluan Hadi. Tampaknya Hadi sangat menikmati pemandangan di depannya…..buah dadaku yang terlontar lontar serta wajahku yang merintih keenakan.
Kamipun mencapai puncak bersamaan. Aku terjatuh di dada Hadi. Dan punggungku diusap usap olehnya.

Sepasang tangan meraih panggulku dan mengangkatku, kemudian tubuhku dibalikan. Iwan memintaku untuk memeluk tubuhnya. Lalu dia memegang pantatku dan mengarahkan kemaluannya kedalam kemaluanku. Diangkatnya aku dan akupun terguncang guncang di pompa Iwan. Aku benar benar merasa sangat terangsang dengan posisi ini sampai aku dua kali mencapai puncak sebelum sperm Iwan memenuhi vagina ku.

Setelah bersih bersih, Dedi dan Agus mengatakan terima kasih dan bersedia mencoba berhubungan bisnis dengan perusahaan kami. Sedangkan Iwan menunjukkan kalau dia menghapus video ku di hp nya. Aku pun segera pulang untuk beristirahat. Dahulu aku tidak mau disentuh oleh lelaki lain selain suamiku, tapi sekarang setelah merasakan sensasi yang sangat hebat, aku mau saja disentuh lelaki lain.